Secangkir kopi malam ini telah habis menerjang tenggorokan, darinya aku berusaha mengusir senyap dari malam yang begitu pekat. Jangankan bulan, bintangpun enggan untuk menyapa tempat ini. Aku lihat tak ada banyak tanda kehidupan, hanya tumpukan kardus bersusun yang ditinggal penghuninya. Dinginnya malam ditambah dengan angin yang seakan ingin menerkan apapun yang dilaluinya.

Sungguh aku ingin berdiri untuk malam ini, menjaga dalam keheningan malam. Pikiranku masih terbang bebas menabrak dinding-dinding penyekat. Untuk menjadi seorang manusia saja masih belum layak tersemat dalam diri. Arus yang begitu derasnya menyeret siapapun yang enggan untuk ikut atau pada yang tak punya pijakan dalam bertindak. Makna modernisasi telah diperkosa habis hingga hanya segelintir saja yang berhak mengklaimnya.

Kita telah paham bahwa dalam setiap jiwa ada tiga jenis kepemimpinan yang mengendalikan hidup. Kepemimpinan logika mengantar kita pada cara untuk memahami kebenaran, sedangkan kepemimpinan hati mengajarkan kita bahwa dunia tak hanya hitam atau putih. Namun mengajarkan tentang keindahan. Adapun kepemimpinan terakhir adalah kepemimpinan nafsu, yang dapat menyeret kita menuju derajat yang lebih rendah dari makhluk apapun.

Pernah aku diseret angin, mencoba untuk melawannya meski harus jatuh terbentur. Ada banyak tanya yang harus kutemukan jawabnya. Mungkinkah aku mampu membunuh kosong ini, ataukah memang aku hanya ada dalam imaji kekosongan. Penciptaan logika dan rasa menjadi pelengkap paripurna dalam setiap insan. Kala keduanya tidak sanggup berinterferensi, akan ada salah satu yang ingin menjadi pemenang. Apakah logika yang menuntun rasa atau rasa yang akan membunuh logika dan pola pikir kita. 

Sungguh berat saat aku harus bergantung pada ranting semu. Menjaga apa yang telah dibawa dan memastikannya utuh hingga diujung waktu. Sekarang dan selamanya, aku hanya ingin mencumbu logika agar didalamnya aku tak kehilangan makna.


Lower Silesia

Read More
Discussion about halal industries is not only concern materials which sent to a consumer, but also every process that involved. In nowadays, consumers have awareness of integrity or authority in Halal Supply Chain.  In this study pointed halal certification, halal standard, halal traceability, halal dedicated assets and role of the government in enhancing integrity in current complex food trade.

Background
Products of halal growth dramatically and take special attention. The percentages in this field reach over 16% and still increasing in following decades. Moreover, Halal products don’t represent to satisfy Muslim market but the non-Muslim have also this demand for this particular food product due to the perception of halal food which has characteristics; clean, hygiene and tasty. The big question is how to ensure the products halal considering halal products originated from all the part of the world. There is a fact that most of the Halal food products from non-Muslim countries (Argentina, Brazil, Canada, France). It causes the distrust from Muslim Consumers, especially to The authenticity and integrity.

In the Halal food chain involved a process to manage from raw material (origin of goods) to end shipping point (consumers). The purpose of a Halal food chain is not only to satisfy customer needs but also to ensure that Halal status of the food keeps secure from interaction with others material (Haram Products).  Academic publication discussing Halal Food Chain and Halal Integrity still limited. Most of the publications focused on customer behaviours. This research aim to investigates what is the factor that influence for enhancing the integrity of Halal Food Chain.

Halal Integrity
Halal integrity can be seen as a key that has an impact in developing Halal Food Chain in the complex trade and competitive business. Standardization extremely needed to give a trust perception to consumers through certification of Halal Product. All of the stakeholders must have the same perception and understand their responsibilities. It cannot be separated with others. There are several factors for Halal Food Chain Integrity:

  • Halal Certification
Halal-certified product is the strong reason for Muslim Consumers to buy the products. Certification has a meaning that the products comply with Sharia principle. Due the fact that in some countries there are several authorities which issued halal certificate (In Indonesia known as Indonesia Ulema Council).
  • Halal Standards
Increasing of demand Halal food products are not in line to standardization Halal products. Multiple authorities and differences perception caused standardization of products. 
  • Halal Traceability

In Halal food industries, Halal Traceability means that consumers are able to trace which products have certification from authority and the status of products. 

  • Halal dedicated assets
In the distribution process sometimes be found that halal products jog with non-Halal products, due to the vehicles or physical tools that used. In addition, the complex trade in nowadays tend to make it has same scenario to deliver the products. It can cause the Halal Products will lost its status. 
  • Trust and  Commitment

In this term has a meaning if both of customers and sellers have same perception to understand how to treat halal products. To make it running well, be required commitment from all stakeholders and willingness to provide dedicated assets to deliver the products and implement halal certification in the business process instead raw material/ingredients required by consumers.


Conclusion
Halal integrity is very fundamental in Halal Food Industry. Protective and preventive should be considered in every step that involved in the supply chain process from source point to end point. This paper initially focuses on a conceptual framework of factors enhancing the integrity of halal food supply chain. Further research can be more deeply finding relationship factors that stated in this research to make it easy to understand.

Origin Journal

Zulfakar, M. H., Anuar, M. M., & Talib, M. S. A. (2014). Conceptual Framework on Halal Food Supply Chain Integrity Enhancement. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 121, 58–67. http://doi.org/10.1016/j.sbspro.2014.01.1108
Read More
"Embun tidak pernah memilih pada daun mana ia akan jatuh, begitu juga dengan anak manusia, ia tak punya kuasa pada hati yang mana ia akan bersandar"
Sudah lama aku merindukan hadirnya senja, kulihat kala matahari berayun untuk menyinari belahan dunia yang lainnya. Adakalanya tidak semua daerah diatas bumi ini memiliki kesempatan untuk mendapatkan sinar matahari yang cukup. Beruntunglah engkau yang memiliki kesempatan untuk melihat saat sang surya menyingsing dan kemudian pergi untuk sesaat hingga kembali esoknya.  

Begitupun dengan engkau, tidak semua yang engkau ingini dapat terwujud untuk saat ini. Ada beberapa yang masih menunggu atau yang telah melangkah untuk memulai lembaran cerita kalian. Di sisi yang lain masih ada di antara kita yang harus berpisah karena memang adanya pilihan yang harus dibuat. Jika engkau masih menunggu, cobalah untuk memandangi cakrawala dunia dengan perspektif yang berbeda. 


"Jika engkau tak menemukan cintamu di bumi carilah ia di langit" (Malaikatpun Jatuh Cinta)
Ya, itulah pilihan terbaik yang dapat engkau lakukan. Engkau bisa memulai dengan mengetuk pintu langit agar yang memiliki cinta berkenan menitipkannya padamu. Dan tentunya, engkau memiliki kewajiban untuk menjaganya sesuai dengan apa yang telah dituntunkan padamu.  Jangan pernah bosan untuk mengetuk pintu langit nan maha luas. Lebih mudah bagi engkau untuk mengetuk pintu langit dibanding pintu hati seseorang.

Bagi kalian yang telah memulai mengembangkan layar untuk mengarungi samudera nan luas ini. Semoga kalian mengikuti arah atau petunjuk yang telah diberikan pada kita semua. Jika ada masalah dalam perjalanan, anggaplah ombak atau riak-riak kecil yang akan menambah kekuatan untuk mengarungi perjalanan yang amat panjang. Dan teruslah ingat jika kalian telah memulai perjalanan itu, berarti kalian telah berusaha untuk menyempurnakan hidup agar menjadi manusia yang paripurna.
Read More
Jika kita melihat berbagai fenomena yang ada di Bumi ini tentulah dengan mudahnya kita akan temukan bahwa kesemuanya ada sebab dan akibatnya. Selain itu kesemuanya saling berpasangan. Kodrat yang di turunkan Allah memang menciptakan manusia yang saling berpasang-pasangan. Dalam perjalanan pencarian tentulah sebagai manusia memiliki beberapa kriteria atau panduan yang menjadi cara ia mencari pelengkap hidupnya. 
Adapun dalam pandangan saya pribadi saya sendiri, perjanjian yang diucapkan oleh dua anak manusia memiliki konsekuensi yang sangat agung. Bahkan arsy ikut bergetar saat terjadi perpindahan wewenang dari seorang ayah ke suami. Hal ini mengindikasikan jika semua perilaku, ucapan seorang istri merupakan tanggung jawab seorang suami untuk menjaganya. 

Jika bisa diturunkan secara lebih detail aku mempreferensikan jika seorang wanita harus memiliki pandangan yang jelas terhadap difinisi materi, bagaimana ia memandang materi dan juga posisi dirinya terhadap materi itu sendiri. Selain itu ia harus memiliki pandangan ke depan bagaimana ia akan mendidik anak-anaknya. Visi yang besar menjadikan ia memiliki perilaku yang tentunya berbeda.

Dalam proses pencarian cukuplah kita bergantung pada yang memiliki cinta. Imam Al-Ghazali pernah berpesan yang berbunyi Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu, agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu. 




Read More
Most of a people in Indonesia especially the parents still have a perception about marriage. They have assumption if their daughter wants to marry someone, Their daughter or son should fulfil several requirements like; finishing a study, finding a job and other parametric of measurement based on wealth or similar with itself.

Another paradigm, a son stressed to have finished their study in a bachelor or even master. In nowadays, the environment is not really good where we can be easy to fill up desire. The parents are selfish and never hear problems from their children. It will be better if the process for marrying easier than an illegal relationship. Please don't blame us if we have mistakes. Guide us to find the truth way, we want to complete a half of "deen" through married. Moreover, Woman can support through make easier for a man to propose you.

We know that to protect from something that illegal, We can do fasting and others. However, sometimes all of that statement is truth. I just want to mention, please be wise to your children if they had grow and want to build a new generation. Don't every try to stop their willingness.

Lower Silesia,  29 November 2016; 5:34 CET

Read More
Mungkin pada postingan kali ini aku ingin keluar dari pakem atau aturan menulis yang seharusnya. Sudah dua bulan aku pergi dari Indonesia, saat ini aku merindukan berbagai hal unik yang ada di dalamnya. Mulai dari makanan, keluarga, sahabat dan kenangan lainnya. Terlebih aku yang menghabiskan studi ku di kota Jogjakarta. Kenangan yang tidak mudah untuk aku lupakan begitu saja, kesederhanaan penduduk aslinya, makanan yang memanjakan lidah serta romantisme di setiap sudut kota Jogjakarta.

Aku masih mengingat saat hujan turun dan membasahi kota, gemerlap lampu taman kota menambah suasana syahdu malam itu. Ku kelilingi kota dan ku dendangkan lagu penuh nuansa cinta dengan kota ini. Aku teringat bagaimana saat masih kuliah, seorang dosenku mengatakan bahwa "cobalah untuk pergi jauh dari Indonesia, maka beberapa saat engkau akan merindukan negeri ini". Awalnya aku cuma menganggapnya anginlalu, hingga pada akhirnya aku buktikan sendiri. Jika jauh dari negeri yang aku cintai adalah hal yang sangat berat. Suatu saat nanti, aku berkeinginan untuk mengabdi sepenuhnya di negeri dimana aku dilahirkan. Aku ingin memberikan sumbangsih dalam bidang yang sedang aku tekuni saat ini.

Oh iya, ada satu hal lagi. Untuk kalian para wanita yang masih berpikir mengenai siapa jodoh kalian, mengapa tak kunjung ada yang bertamu atau menanyakan apakah engkau sudah mempunyai pasangan atau belum. Semua akan ada pada waktu yang tepat. Bisa jadi saat ini jodohmu masih disimpan oleh Allah hingga engkau benar-benar siap dan pantas untuk menerima pasangan kalian. Cukup lakukan usaha yang dapat kalian lakukan, berdoa memohon yang terbaik dan memantaskan diri untuk mendapatkan pasangan yang ideal untuk kalian.

Kalian pasti mengerti jika kata tak sanggup untuk berucap secara langsung, ada kekuatan doa yang membuat engkau lebih dekat dari siapapun.

Disini berbagai tantangan harus dihadapi. Ada berbagai masalah yang membuatku semakin dewasa dan merubah cara pandangku akan sesuatu. Dan untuk kalian yang ingin menjelajah luasnya dunia, persiapkan bekal yang cukup. Pastikan bahwa kalian sudah siap untuk mendapat tantangan yang lebih menantang dibanding saat berada dinegeri sendiri.


Wrocław, 29 November 2016 ; 12:42



Read More
https://www.instagram.com/wonderfuljogja/
Sudah menginjak hampir dua bulan aku tinggalkan negeri Indonesia. Ada cerita, tawa dan kenangan yang saat ini aku rindukan. Aku rindu bagaimana gemerlap cahaya kota Jogja, kesederhanaan warung angkringan dengan kopi hitamnya, serta lalu lalang penduduknya yang begitu bersahaja. Sebelumnya aku sempat berpikir jika ada di negeri yang jauh merupakan hal yang sangat menyenangkan, hal ini jauh berbeda dimana banyak sekali tantangan yang harus dihadapi. Ritme kota yang begitu cepat memaksaku harus menyeret kakiku untuk melangkah lebih cepat.

Terkadang aku ada dalam kondisi dimana merasa sepi, bosan dan enggan untuk melakukan aktivitas apapun. Aku rindu akan orang-orang yang aku sayangi di sana. Jika aku bisa melewati ruang, bolehkan aku memelukmu untuk menghapus rasa rindu ini. Bolehkah aku memeluknya satu persatu meski itu hanya ada dalam mimpi.

Catatan dari negeri seberang

Read More
Source: PEXELS
Dalam mencari sebuah ilmu, kita harus mampu memposisikan sejauh mana kita memandang ilmu itu sendiri. Apakah kita masih berkutat pada paradigma jika ilmu hanyalah sebuah alat untuk mencari sebuah materi. Saat Ilmu harus memperoleh legitimasi selembar kertas dari Institusi tertentu. Ataukah kita mencoba memandang bahwa tidak semua pencarian harus diperoleh melalui pendidikan formal. Dalam proses pencarian tentulah kita tidak bisa mempelajari semuanya secara otodidak. Kita memerlukan bimbingan dari orang yang telah melalui jalan yang akan kita lalui.

Sebagai seorang murid, hendaknya kita mengetahui beberapa jenis guru. Guru kita posisikan sebagai objek dalam proses pencarian. Dalam terminologi Jawa, kita akan gunakan beberapa istilah diantaranya: Kyai Gentong, Kyai Ceret, dan Kyai Talang. Ketiganya memiliki perbedaan dalam pendekatan cara menggali pengetahuan.

Kyai Gentong: Merupakan tipikal seorang guru yang memilih untuk diam. Dia memposisikan dirinya untuk siap diciduk (diambil) ilmu nya oleh para muridnya dengan siwur (gayung). Para muridlah yang aktif untuk mencari, guru hanya berposisi sebagai tempat pencarian. Dia akan menjawab dan menjelaskan segala sesuatu yang dibutuhkan muridnya.

Kyai Ceret: Merupakan tipikal dimana murid hanya cukup diam, baik diruang-ruang kelas. Guru akan datang pada muridnya dengan sebuah silabus yang jelas. Murid tidak dituntut untuk harus aktif, karena ia akan menerima tuangan dari gurunya. Yang harus dilakukan hanya cukup mengosongkan gelas yang dimiliki para murid. Hal ini mendorong murid untuk berperilaku ikhlas. Sebagai contoh, jika sang murid telah mengetahui materi apa yang akan disampaikan gurunya dan ia tak bisa mengosongkan gelas pikirannya, maka tumpahlah tuangan yang diberikan oleh sang guru.

Kyai Talang: Tipikal ini lebih dikenal sebagai penyampai apapun yang guru peroleh. Ia akan memberikan semua materi yang pernah ia pelajari. Murid harus memposisikan dirinya sebagai sumur yang siap menerima tuangan air ilmu yang sangat deras dari gurunya. Jika wadah kita masih terlalu kecil untuk menerima itu semua, maka kita hanya perlu untuk mengambil sesuai dengan kapasitas yang kita miliki.
Read More
Source: Kocham Wroclaw
Banyak yang berpikir bahwa bisa kuliah di luar negeri adalah hal yang menyenangkan. Foto dengan berbagai pemandangan yang eye catching, senyum dari berbagai pose dan hal yang nampaknya begitu membahagiakan. Memiliki kesempatan untuk berjalan-jalan, hingga kadang timbul persepsi yang beredar bahwa kuliah di Luar Negeri kerjaannya cuma untuk jalan-jalan.

Pendapat diatas tidaklah benar sepenuhnya. Jika kita mencoba untuk melihat dalam perspektif lainnya, melanjutkan studi baik di luar maupun di dalam negeri tidak ada bedanya. Di dalam negeri kita memiliki kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat, mengenal lebih dekat. Sedangkan melanjutkan studi di negeri lain setidaknya mengajarkan kita beberapa hal.

1. Mandiri
Kita dituntun untuk mempersiapkan segala sesuatunya sendiri. Mulai dari urusan dengan kampus, tempat tinggal, makanan bahkan hingga urusan ibadah.

2. Kemampuan Beradaptasi
Perbedaan agama, budaya dan kebangsaan membuat kita dituntut agar mampu menyesuaikan diri dengan cepat. Suara adzan yang tiba-tiba lenyap, menjadi minoritas merupakan hal lain yang menjadi kesempatan bagi kita arti penting sebuah toleransi.

3. Berdamai dengan rindu

Hal ini juga berlaku dengan urusan perasaan. Dimana kita harus berpisah untuk sementara waktu dengan keluarga, sahabat bahkan orang yang kita kasihi. Perasaan untuk bisa bertemu setiap hari menjadi angan-angan belaka.

Belajar di negeri yang jauh dari tempat asal kita juga memberikan kita kesempatan untuk meningkatkan kapasitas diri. Niat dan mental yang kuat haruslah telah terpatri dalam hati para calon mahasiswa yang memiliki keinginan untuk mengecap studi di negeri seberang.

Saya secara pribadi juga merasa iri dengan teman-teman yang ada di Indonesia. Mereka yang memiliki kepedulian terhadap negeri, memiliki kesempatan secara langsung untuk dapat berkontribusi pada negeri. Yang perlu kita lakukan adalah memperbanyak kolaborasi dalam berbagai hal. Semoga hati ini selalu terpaku pada Ibu Pertiwi. Menjadi tanggung jawab moral bagiku untuk selalu ingat bahwa setiap langkah, setiap makanan yang aku gunakan terdapat hak dari rakyat Indonesia yang aku gunakan untuk saat ini.


15 Oktober 2016
Negeri Putih Merah




Read More
Terlintas dalam benakku untuk menulis artikel tentang cinta, wanita dan pernikahan. Adalah hal yang lumrah dimana pada usia 22-24, wanita Indonesia mulai memikirkan siapa yang akan menjadi pendamping hidupnya. Dia yang mampu memberikan keteduhan, menjadi pengayom dan penjagalah yang akan memperoleh sekeping hati yang hilang.

Terkadang tidak semua orang mempunyai jalan yang sama hingga menuju jenjang pernikahan. Ada yang harus berkali-kali menemui jalan yang terjal, adapula yang bisa melenggang tanpa banyak masalah. Satu hal yang harus dipahami adalah mengapa kamu harus memutuskan untuk bersama dia? Jika jawaban itu belum juga ditemukan, berarti kamu harus mencari lebih jauh lagi makna pernikahan sesungguhnya.

Pada usia 22-24, kamu juga harus mampu meredifinisi arti sosok pasangan ideal di mata kamu. Mulai dari materi, tampang ataupun atribut yang tampak lainnya. Ketertarikanmu akan jauh lebih realistis dibandingkan dengan sosok pasangan ideal yang ada di film drama Korea. Setelah menyelesaikan studi S1 kamu punya pilihan untuk mencari kerja atau melanjutkan studi.

Jika kamu memutuskan untuk bekerja, pelajari berbagai hal mengenai teknik wawancara, soft skill apa yang kamu butuhkan untuk perusahaan yang akan di apply. Jika kamu memutuskan untuk studi lanjut, persiapkan berbagai persyaratan universitas, beasiswa yang akan di apply dan restu dari kedua orang tuamu. Tidak sedikit aku temui beberapa rekan yang memilih tidak mengambil beasiswa yang diperoleh karena tidak dapat ijin dari orang tua, usia yang semakin bertambah, serta pendamping yang tak kunjung datang. Jika niatmu belum bulat, kamu perlu yakinkan dirimu dan orang disekitar.

"kepingan hati kamu pasti akan sesuai dengan tingkat kapasitas diri kamu"


Read More
Iseng Nunggu Antrian
Salah satu hal yang harus dilakukan ketika belajar di luar negeri adalah membuka rekening Bank untuk memperlancar studi kita. Dengan adanya account bank memungkinkan kita untuk membeli tiket trem, bus maupun berbagai aktivitas lainnya. Sistem pembayaran di pertokoan yang mana hampir dilakukan secara elektronik menjadikan account bank menjadi sangat penting.

Pada artikel ini, saya akan mencoba untuk berbagi pengelaman membuka rekening bank. Di Polandia terdapat beberapa pilihan Bank. Adapun penulis memilih membuka rekening di Millenium Bank. Secara keseluruhan terdapat beberapa syarat berupa: Passport, Surat keterangan dari kampus, mengisi application form. Kita bisa mendatangi salah satu cabang bank terdekat, mengambil tiket antrian, lalu menuju bagian pihak administrasi untuk membuat rekening khusus mahasiswa dimana terdapat limit penarikan sehari sebesar 10.000 zloty.

Dalam membuka rekening, kita tidak perlu memberikan setoran awal seperti Bank di Indonesia. Adapun proses approval dari perbankan dibutuhkan waktu 7 hari. Kartu ATM akan dikirimkan secara langsung menuju tempat tinggal kita. Nantikan cerita selanjutnya :)



Read More
Bicara mengenai nilai memang takkan ada habisnya. Entah nilai yang diciptakan tiap orang, nilai dari banyak orang atau memang nilai yang berasal dari sumbernya itu sendiri.
Terkadang pemahaman dan sejauh mana nilai itu dipegang menjadi penilaian subjektif.
Hal lain yang kadang menjadi perhatian tersendiri ketika kebanyakan seolah menjadi hakim yang berhak menjustifikasi atas ketidaksesuaian nilai yang dipahami. Mereka kadang tak semuanya memahami posisi mereka sebagai manusia. Mungkin masih pada tahap menjadi rumput yang siap di makan oleh rusa.
Seandainya engkau seorang diri dimana engkau berjalan dimalam hari ditengah hutan dan engkau belum tahu arah yang hendak kau tuju.
Pasti adakalanya engkau mencoba dan menerka-nerka jalan keluar dari hutan belantara tersebut.
Namun saat ditengah jalan dan jalan yang engkau pilih membuat mu tertusuk duri, lalu duri itu menancap di tubuhmu. Baru engkau tahu bahwa jalan yang ada bukan jalan untuk pulang.
Satu hal yang pasti, engkau telah berani mencoba untuk melangkah, tentu langkah itu tak boleh berhenti sampai saat ini. Engkau harus menyelesaikan tugasmu saat ada di dunia ini, menjadi manusia seutuhnya.
Ambillah sedikit cerita kala seorang Khalifah Kedua Umar, sebelum ia tahu akan cahaya ia pernah mengubur anak perempuannya hidup-hidup. Sebuah drama paling tragis saat itu. Namun, kala Muhammad berkenan memberinya lilin yang memancarkan cahaya, perlahan ia bisa berjalan pada jalan yang sebenar-benarnya jalan.
Pada akhirnya perkenankanlah embun itu menetes pada daun agar daun mengerti betapa sejuk dan tenangnya tetesan dari embun. Sebelum sepenuhnya matahari memberi cahayanya, embun tak tahu pada daun mana ia harus menetes.
“Dunia hanyalah seperti cermin yang memantulkan kesempurnaan Cintanya. Wahai kawan! Mungkinkah ada sesuatu yang lebih besar dari keseluruhan?”
Read More
Tulisan yang ada saat ini merupakan artikel sebelumnya yang akan di publish dilain waktu
Perjalananku untuk memulai sebuah petualangan dimulai tangga 28 September 2016. Kedua Orang tua dan adik serta temanku mengantar di Bandara.
Aku bertolak dari kota pelajar (Jogjakarta) menuju Jakarta. Pesawat yang aku tumpangi mengalami delay sekitar setengah jam karena ada tamu VVIP yang menggunakan jalur tersebut.

Sekitar Pukul 2 Aku sampai Jakarta dan bertemu dengan dua rekan lainnya. Kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju doha selama 8 jam perjalanan lalu dilanjutkan transit  selama dua jam sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan menuju Warsaw yang memakan waktu 6 jam. Aku selalu berusaha memberikan kabar kepada keluarga termasuk saat ada diatas pesawat. Setibanya di Warsaw aku melewati Border Gate untuk memeriksa apa tujuan datang ke sini dan Visa yang telah diperoleh. Petugas di Bandara begitu dingin sehingga terkadang kita akan menemukan kesulitan untuk memahami logat bahasa Inggrisnya.

Selesai sekitar pukul 8 kami bertemu dengan kakak-kakak dari PPI yang dengan ramah membantu kami menuju kota tujuan masing-masing. Kami menyempatkan untuk membeli kartu seluler sementara seharga 5 zloty yang diregistrasikan dengan menggunakan Pasport. Pada pukul 9 kami harus segera mencari kereta dalam kota untuk mengejar Polski Bus yang digunakan untuk mengantarku ke kota Wroclaw. Selama 5 jam aku berada di Bus. Sekitar jam 15.30 aku tiba di stasiun terakhir bus ini. Lalu ada bang Andrian yang menjemputku sekitar setengah jam kemudian. Dengan menyeret-nyeret koper yang cukup melelahkan aku menuju dorm awal T-19. Namun dikarenakan pihak manajer dorm tidak memberi info kepada petugas jaga, aku tidak diperkenankan untuk masuk dorm. Terpaksa aku harus bermalam di dorm T15 dengan kondisi lampu kamar yang mati. Sebelumnya sore hari, aku diajak mengelilingi sepotong Wroclaw dengan trem kota. Kesan pertama yang aku lihat adalah kota ini bersih, teratur, tertib, dan juga masyarakat yang tertata.
Bang Raji membantuku untuk menyelesaikan masalah ini dengan mencoba melobi kepada Pani (Penjaga Dorm). Berhubung pagi aku akan pindah, koper tidak mungkin aku bongkar. Hahaha, terpaksa aku sehari tidak mandi mulai dari Indonesia hingga tiba disini. Keesokan harinya tanggal 29 September, aku dibantu bang Raji melakukan registrasi dengan memberikan deposit sebesar 220 zloty. Akhirnya aku memperoleh kamar di dorm T19.
Sore harinya aku berkeliling kota ini dengan menggunakan tiket harian, sehingga kita bebas menggunakannya pada periode tersebut. Aku berkeliling di Wroclaw Technical University dan melihat kampus yang cukup megah jika dibandingkan dengan di negeriku. Nantikah cerita selanjutnya ya :)


Read More
Semester 7 merupakan fase dimana para mahasiswa mulai menyusun proposal tugas akhir. Hal ini berlaku juga pada diriku, penyusunan outline hingga melakukan presentasi di depan dosen untuk memperoleh saran dari mereka. Dalam tahap akhir ini tentulah terdapat berbagai pilihan mengenai rencana yang akan dilakukan selesai studi. Ada yang memilih mencari kerja, menjadi enterpreneur, atau melanjutkan studi.

Menginjak ke semester 8 dimana aku sedang menyusun skripsi, aku juga mencoba membuat rencana setelah aku menyelesaikan studi. Aku memilih untuk melanjutkan studi. Orang tua ku selalu memberikan dukungan atas pilihan yang aku ambil. Berbagai persyaratan, deadline hingga hal lain yang harus dipersiapkan aku susun dalam sebuah buku. Pada bulan Oktober 2015, jadwal sidangku di umumkan. Segala sesuatunya telah aku persiapkan sehingga tidak ada kendala yang berarti dalam ujian ini. Revisi yang aku terima setelah sidang juga hanya berupa revisi minor. Selesainya sidang, aku kembali lagi membuka buku mimpiku, mencari informasi lainnya mengenai beasiswa, studi lanjut dan hal lainnya. Aku kumpulkan semua informasi yang sesuai dengan disiplin ilmuku. Sembari menunggu waktu wisuda di Bulan Desember, aku diminta oleh salah satu dosenku untuk membantu beberapa pekerjaan. Jika diukur dengan materi, tentulah hal ini tak seberapa. Namun, aku melakukannya karena passion dan ketertarikanku akan hal itu. Para dosen di TI UII juga aku minta surat rekomendasi untuk keperluan studi lanjut beberapa diantaranya; Pak Agus, Bu Elisa, Pak Ridwan, Pak Yuli hingga Pak Imam. Beliau semua sangat mendukung dan memberi surat rekomendasi yang aku minta.

Bulan Desember 2015, saat teman-temanku ramai mencari dan berdiskusi menganai lowongan kerja di grup angkatan.  Aku memilih untuk mencari informasi peluang studi lanjut.

Disisi lain ada hal lain yang menjadi ganjalan dalam diri saat orang disekelilingku bertanya "Sudah kerja dimana?", "Itu lo, Si A sudah kerja di PT. X dengan gaji bla-bla-bla". Dan pertanyaan lain yang lebih bertendensi ke arah materi. Aku hanya ingin berkata bahwa aku memilih jalanku sendiri dan orang lain tak berhak mengintervensinya.

Sekitar bulan Februari, aku memutuskan untuk pergi ke Pare, sebuah kota kecil di Jawa Timur
TEST-English School. Disini aku belajar tidak hanya bahasa, aku belajar kepemimpinan, kekeluargaan dan membuka cakrawala pemikiranku. Terlebih CEO dari TEST (Lord Arsyandi) merupakan sosok yang sangat menginspirasi bagiku. Pemikirannya sangatlah brilian dan juga membuatku perlu senam otot otak agar mampu mencernanya. Aku ada di PARE selama 4 bulan hingga bulan Mei.

Pada bulan Juni hingga Agustus aku sembari mempersiapkan mengambil ujian IELTS, aku membantu Pak Agus Mansur berbagai kegiatan akademik didalamnya (membuat laporan penelitian, menyusun SAP, responsi mahasiswa dan lainnya). Aku juga mencoba apply beberapa kampus dan beberapa beasiswa. Aku mencoba juga beasiswa dari Pemerintah Poland. Aku membuat proposal penelitian dengan bimbingan dari seniorku (Bang Ridwan, Thanks berat bang :)). Bulan Agustus diumumkan hasilnya, saat itu aku masih ingat saat aku sedang dikampus ada email masuk yang menyatakan aku diterima.

Saat itu juga aku kabari kedua orang tuaku dan akhirnya aku memilih untuk melanjutkan studi di sini. Adapun bulan September lebih banyak aku habiskan untuk persiapan menuju ke salah satu negara di Eropa Tengah ini. (to be continue)





Read More
Tiap insan yang hadir di muka bumi ini diberi kemampuan oleh Allah berupa software internal. Software ini adalah hati. Di dalamnya telah di program dengan kemampuannya untuk mengenali apa itu baik dan apa itu keburukan. Seiring berjalannya waktu, hati mudah sekali untuk dikotori oleh nafsu yang pada saat yang sama juga ada dalam diri seorang insan. Kita dapat memberikan gambaran jika hati layaknya sebuah cermin yang mana saat cermin itu bersih, ia akan dengan mudahnya memancarkan sebuah cahaya yang ia terima. Namun, hati juga bisa menjadi kotor sehingga cermin tersebut tidak bisa menerima maupun memancarkan sebuah cahaya.

Pada kondisi dimana hati tak sepenuhnya mampu menerima cahaya maka pada saat itulah tugas sesama insan untuk saling mengingatkan. Karena terkadang kita tidak bisa melihat kekurangan yang kita miliki. Namun ada satu hal yang tidak semua orang diberi kesempatan untuk memperolehnya yaitu petunjuk dari Allah. Jika Allah telah berkehendak, maka tidak ada yang bisa menghalangi kehendak-Nya. Ia bisa membuka pintu hati pada siapapun yang Allah inginkan. Saat cahaya-Nya telah masuk kedalam relung jiwa, maka pada saat itu kesadaran sebagai insan kamil muncul.

Aku memiliki sekelumit cerita dimana aku  mengenal beberapa orang dalam lingkaranku. Di dalam diri mereka terjadi perubahan (hijrah) dalam hidupnya menuju kebaikan. Dari yang dulunya merupakan probadi yang belum sepenuhnya menjalankan apa yang menjadi kewajiban sebagai seorang muslim, perlahan ia mencoba untuk bertransformasi menjadi seorang muslim. Pada saat itulah, aku banyak belajar bahwa tidak ada yang mengetahui kondisi seseorang dikemudian hari apakah ia menjadi pribadi yang lebih baik atau sebaliknya.

Semoga disetiap kesempatan dalam hidup ini kita diberikan kemampuan untuk terus menyebarkan cahaya yang telah kita genggam untuk memberikan jalan bagi insan lainnya mengenal arti hidup yang sebenarnya. Jikalau kita belum mampu menyebarkan cahaya berusahalah untuk mencari apa yang seharusnya dicari untuk menjadi seorang insan kamil. (Yogyakarta, 8 Agustus 2016)
Read More
"kita ibarat dua tetes air yang bertemu ditengah arung kehidupan ujian, kadang hujan nyaris memisahkan kita. Tapi pada cinta kita berpegangan. Namun, angin yang lembut kini datang membawaku, kuberanikan diriku agar kau bisa tahu bagaimana aku menjagamu. Sampai nanti kita bertemu bagai bintang diangkasa".

Tidak ada yang mengira bahwa kita dapat bertemu diwaktu yang tak disangka-sangka. Perjumpaanku denganmu meski hanya dalam waktu yang singkat menjadi kepingan puzzle yang mengisi dalam kehidupanku. Aku ucapkan salam pada siapapun yang pernah mengenalku, begitu juga kau yang telah berkenan untuk aku kenal.

Pernahkah engkau mendengar sebuah pesan dimana kita harus mencintai orang yang terlebih dahulu mencintai kita. Mungkin saat ini kita tidak lagi ada pada satu lingkaran. Kita mencoba untuk mencari pilihan dan menentukan pilihan yang kita yakini.

Langkah yang kau ambil untuk menuju insan mulia haruslan selalu dipertahankan, berusahalah mencapai batas kesempurnaan yang diperkenankan Pencipta pada hamba-Nya. Aku juga harus mengatakan jika aku bukanlah seorang yang lahir dengan penuh kesempurnaan, aku pernah berada dalam suatu masa dimana berada pada titik paling rendah dalam hidupku. Satu hal yang aku mengerti adalah aku masih memiliki kesempatan untuk bangun, bangkit dan bergerak kembali.

Pada cinta kita berpegangan, akan ada saatnya bahwa kita akan berjumpa. Saat ini biarlah penjagaan dari-Nya yang menjagamu. Hingga pada suatu waktu dimana aku bisa tahu bagaimana aku menjagamu. Tersenyumlah dalam keheninganmu dan merenunglah dalam keramaianmu. Berusahalan untuk mempertahankan pilihan yang kau buat untuk menjadi manusia seutuhnya.

Read More
“Have we ever thinking how come this earth can be exist. Is there any creator or this is happen without any planning”.

To answer question in above, we need a tool to analyze and to acquire the information. The tool is mind, from this tool we can do what should we do.

The evidence that everything must be there creator, can be explained as follows: everything can be reached by our mind which consist of three elements, human, universe and existence of life. All of those elements have limitation, weak, lacking in everything and depends the other.

For example human, human is limited because they grow in some extent and never to be reached again. It indicates that human have limitation. This condition also occur in the field of universe and life.
Therefore, everything that limited definitely were created by "something else". This Concept known as "Al-Khaliq". He created human, life and the universe. To determine  existance of Creator there will be three possibilities. First, He was created by others. Second, He creates himself. And the third, He has character as "Azali and Wajibul Wujud".

The first possibility is Impossible, cannot be accepted by mind. It is also occur in the second possibility. Hence, "Al-Khaliq" must be "Azali" and "Wajibul Wujud (must be exist)". Anyone who have clear mind will be have ability to prove that everything there a creator.

By observing one of planets in this universe, or contemplated of life phenomena, or researching one of parts in man, we will find the conclusive evidence that Allah exist. Allah is the creator of the universe. He doesn't have any allies. He stand by himself and not need anyone.


Read More
“jika pandangan akan sebuah pendidikan telah bergeser, maka bersiaplah kehilangan makna pendidikan yang sebenarnya”
Pada beberapa waktu yang lalu, sekitar satu minggu sebelum tulisan ini dibuat. Penulis memiliki kesempatan untuk melihat kondisi rumah penduduk yang dijadikan tempat tinggal para mahasiswa di sekitaran UII. Penulis mencoba bertanya untuk mencari tahu berapa harga satu buah kamar untuk saat ini.

Tanpa disangka, harga sebuah kostan yang ada disekitaran kampus melonjak hingga empat kali lipat dibandingkan saat penulis masih berada di bangku perkuliahan. Bahkan tidak sedikit kostan yang mematok tarif hingga menyentuh dua digit. Sebelumnya, selama menempuh studi penulis mengeluarkan biaya untuk kostan dengan biaya sekitar 1 hingga 2 juta rupiah per tahunnya.

Penulis memiliki pandangan bahwa beban orang tua mahasiswa saat ini cenderung semakin berat. Disamping biaya yang harus dikeluarkan untuk memasuki sebuah universitas tidaklah sedikit. Masih ditambah lagi dengan biaya untuk mencari tempat tinggal sementara untuk mahasiswa. Hal ini yang dalam jangka panjang semakin membuktikan bahwa pendidikan hanya bisa dinikmati segelintir golongan anak bangsa. Hanya golongan tertentu yang memiliki kemampuan finansial yang dapat memperoleh pendidikan.
Pada akhirnya setelah para mahasiswa selesai menyelesaikan studi yang terpikir pertama kali adalah bagaimana mengembalikan modal yang telah dikeluarkan selama menempuh studi. Semuanya cenderung pada “self oriented”. Tidak ada waktu untuk memikirkan bagaimana memberi kesempatan pada anak bangsa lainnya yang tidak beruntung mengenyam pendidikan.

Penulis memiliki sebuah gagasan jika mahasiswa baru yang memasuki dunia kampus diwajibkan untuk berada di asrama mahasiswa. Penulis memiliki keyakinan dengan dasar keagamaan yang cukup kuat di UII, pihak pengambil kebijakan bisa merumuskan membuat suatu sistem pembinaan bagi mahasiswa selama menempuh studi. Adanya asrama untuk mahasiswa selain dapat memberikan kesempatan orang tua untuk bernafas, pihak kampus juga dapat turut andil dalam mempersiapkan calon kader pemimpin bangsa.

Lingkungan yang mendukung tentunya sangat dibutuhkan di era persaingan dan kebebsan yang tanpa batas seperti saat ini. Alangkah indahnya jika kecerdasan intelektual diselaraskan dengan pemahaman yang benar akan agama.


Semoga ide yang sederhana ini dapat berkontribusi untuk mengembalikan makna dari pendidikan itu sendiri.
Read More
Maintenance management is one part of other process in industry scope. The characteristic of maintenance management is a very informative-intensive process. Rapidly development of computers give an impact which is it characteristics to handle huge of information and separate of communications that must occur to get the work done. A computer-aided maintenance planning, scheduling, and control system, also referred to as a computerized maintenance management system (CMMS) which known as application software to handle several tasks such as initiating work request, and planning and scheduling work orders from the approved request. Moreover, It has responsibility to handle other task for planning and scheduling which has type of repetitive orders.
Computer plays important role in Maintenance Management. For Instance, laser bar code scanners are expanding from production and warehousing to maintenance material stores.  Afterwards data management system store information about equipment operation, maintenance method and other useful data.
There are six proven principles ensure success when applied to organizing the maintenance function.
1.       Optimum Productivity Principle, Optimum productivity can reach when all of person who positioned in maintenance department has a definite job to do, in a definite way, and a definite time. The computer provides and controls implementation of this principle. It is used to plan, schedule, and assign each work order, track material, and backlog.
2.       Measurement/Control Principle, Measurement for each activity can help to control effectively. The computer stores work measurement data and provide a rapid, accurate method for applying standard times to each work order.
3.        Customer-Service Relationship Principle, Personnel of operations are the customers. They pay the bill. Maintenance provides the required service. Operation decides what is needed and when.
4.     Optimum Crew Size Principle, The optimum crew size is the smallest number of workers who can perform a job using a good, representative method in a safe way.
5.      Timeliness Principle, Computerized schedule control points are set so that potential completion delays are detected in time to take corrective action.
6.   Activity Responsibility Principle, Efficient work order control requires that management assign definite responsibility for each activity in the life of a work order.

Reference:
Zandin, K., & Maynard, H. (2004). Maynard’s Industrial Engineering Handbook (5th ed.). New York: McGraw Hill.


Read More
Pemahaman akan sebuah kebenaran akan menjadikan kita memiliki pandangan yang jelas untuk melangkah dan menentukan sikap.Kita harus coba memahami bahwa kebenaran memiliki beberapa tingkatan di dalamnya. Tingkatan pertama adalah benar diri sendiri, dalam artian kebenaran yang ada dalam tingkatan ini berdasarkan pandangan subjek kita sendiri. Tingkatan kedua adalah benarnya orang banyak, hal ini memiliki arti bahwa kebenaran yang dipahami oleh kebanyakan orang. Sedangkan yang terakhir adalah kebenaran yang sejati, kebenaran ini tak dapat dipahami oleh semua orang. Kita perlu melakukan pencarian secara lebih mendalam untuk memperolehnya.
Aku sendiri meyakini bahwa dalam menempuh sebuah perjalanan pastilah diperlukan bekal untuk mencapai suatu tujuan. Aku memandang saat ini aku masih perlu untuk mencari bekal yang cukup sebelum menempuh sebuah perjalanan yang sangat panjang. Kita telah dibekali kemampuan untuk melogikakan apapun itu. Logika mengantar kita untuk berpikir lebih jernih, dengan logika pulalah kita mampu mengikuti alur berpikir yang seharusnya.
Kita juga dituntut untuk menentukan sebuah sikap. Di mana perjalanan yang kita miliki bukan hanya diri kita sendiri yang melewati, terdapat berbagai variabel yang parameter yang menjadi acuan dalam hidup itu sendiri. Kita tidak memiliki kewenangan untuk untuk melawan atau menerima sebuah pandangan yang yang baru di mana terdapat pihak lain yang lebih berwenang karena kepemilikan saham atas diri kita.

Setiap manusia di muka bumi ini telah dibekali kemampuan untuk memperoleh fatwa dalam dirinya sendiri. Hal ini berlaku juga dalam mencari yang namanya sebuah kebenaran, apapun kebenaran itu. Satu hal yang perlu di garis bawahi adalah kita tidak di perkenankan melampaui kapasitas diri kita.
Read More
Effective, efficiency, continuous improvement

I believe the words in the above are familiar for people who choose industrial engineering as a major. However, there is opinion if industrial engineering is not include in engineering science, because it has wide range of subjects such as: economics, health, ergonomics, environmental and others.  This article will give explanation about career as an Industrial Engineering.
In nowadays, every organization needs professionals who understand what all the factors affecting its mission are, how they are related, and what can be done to make it all work better. An Industrial Engineer’s job is to find the best combination of people, tools, materials, parts, information and power to provide products or service efficiently. Industrial engineering is different with other engineering specialties such as civil engineering or mechanical engineering. This career track is not restricted to one industry or type of work. It may be industrial in the sense of working in a traditional manufacturing, mining or transportation environment. Or it can lead to work for financial services form, a government agency or a magazine publisher. The main point is as industrial engineers can choose field of work that they have passion in that field.
The main activities of industrial engineers are do research, analyze, create model and test whole systems. That is what industrial engineering dose-it makes a system, a process or an organization work better.
Based on the data, there are almost 200,000 professional industrial engineers in the USA. Moreover, salaries for industrial engineers are excellent, averaging over $60,000 annually in manufacturing, motor vahicles and equipment, electronics, computers and data processing service, and aircraft and parts.

What You Can Do Now
For everyone who still doubt to choose industrial engineering, during study ensure that this field of study will give beneficial for yourself. Ask yourself, “Do I know how this major help my career in the future?” Finding and observing are needed to identify how things or system can be work. Look at the organization and think how it can be created.  


Read More

The rapidly growth of globalization has associated factors of increasing effectiveness in production, shortening innovation cycles, and other field.  It has been possible to compensate this issue by relocating production base to low-cost countries. However, in the medium term, the demands of workers in countries that are still low cost will increase, and production costs will rise as a result. Tolls will be needed to increase efficiency in existing production processes. It also must be considered that production in high-cost countries definitely has its advantages, so these countries are becoming more and more feasible as production base. On the other hand, the degree of automation is already extremely high in these countries, so modifying production processes will not increase efficiency significantly.
The other challenges for production-oriented information technology (IT) system come from norms and guidelines, such as quality assurance standards and regulations in the food and pharmaceutical industries. For now, transparency and traceability are playing an increasingly important role in other sectors as well.
The development of enterprise resource planning (ERP) also helps company to achieve effective value creation in production, equipment and they can meet these demands 100 percent. The challenges are not only how to win competition but also how create system that can be controlled real time involves function for planning, logging, and control it in real time. From these systems, the concept of manufacturing execution system (MES) has arisen.
An alternatively used and more meaningful term for MES is collaborative production management (CPM), but this term thus far has not become well established. The concept of collaborative  that is contained in CPM is meant to indicate that it is not just the core elements such as planning, implementation, and the recording and examination of information that work together, but that the peripheral areas such as ERP, marketing, and purchasing are also involved in the exchange of information. With the aid of suitable Web Technologies, these systems form an enterprise production management (EPM) system, in which MES data and information are made available to all those in the plant involved in the value-creation  process in an event-based form.

Reference
Meye, H., Fuchs, F., & Thiel, K. (n.d.). Manufacturing Execution Systems (MES): Optimal Design, Planning, and Deployment (1st ed.). New York: McGraw Hill. Retrieved from 978-0071623834


Read More
We may already know term of supply chain from the perspective of how an end consumer of milk gets it in his or her mils pot. Milk is one of type products that from husbandry. Hence, how to distribute this products to customer.

Firstly, we should know clearly the definition of Supply Chain Management (SCM). I can define that SCM is the system that run integrate in each sector for serving customer need. We can divide in three sections; input, process, and output. Input means that way to find raw material that can be used to next step or phase. We will need a special attention in this step because this step will give impacts to another phase. Process is talking about how we produce the products. In this section tells more about method or technique to optimize productivity of worker and machine. The last step is about output. We call it finish products that already produced should distribute to consumer. We should concern in distribution network and distribution channel.

We are ever know that farming products have special characteristics. It can identify as perishable products. It means that lead time of this products very short. The distribution network must provide with a short distribution channel. After the products was producing by company. The products should deliver to customer directly if possible or with one until two tiers. Information exchange also involve in this framework, both of distributors and manufactures. The key success implementation of ASCM not only depend on manufactures, but also depend on each stakeholders that involve in this process.


Therefore, ASCM still has great opportunity to create supply chain network running effectively. It is involve method, technique, machine and knowledge, which can support this network later.
Read More
The rain was fall on the earth when I started to write this article. I never try to write an article again since I have another business. In this time, I will expand my ideas about “imagination”.

Talking about imagination, I believe that most of people ever think about it. One of the big question is what we will do in the next era. I still need to confirm to ensure that my step is not wrong. Redefine meaning of success must be clearly. It means that the parameters of successful should create. Perhaps, the challenge and problem are more complicated in the future than now. Therefore, from the problems will create more opportunities.  

When I spend my time, I have idea about education. I think we need to create a system that can provide people who do not have opportunity to get education. They can acquire knowledge easily without thinking about cost and everything else. To be honest, as an engineer, I have responsibility to be aware with this condition. I am going to build knowledge center, which unlucky people can learn from me.  I do not want to success only for myself. After finishing my education and enhancing my skill especially in field that I am interested, initiating to establish school for pupils is the first step that I want to do it.  

Thus, my country is not only in one land. I still have another region that I should know it well. I believe if there is a will, there is a way to realize it.

Knowledge without value is nothing”

Gemutri, 31 May 2016
Read More
Social Security Based on Local Wisdom
In Nusa Tenggara Timur
Ulil Albab

Social security can be viewed as a way for protecting societies. In generally, government has responsibility to do this field area. We can learn from local tribe which implemented social security system based in local wisdom. This article aims to figure how social security working in rural area Indonesia especially in Nusa Tenggara Timur (NTT).

After fisherman finished sailing, they will distribute fish to several villagers especially for widow and orphan. Widow and orphan become main priority because they do not have ability for fulfilling in daily life. Moreover, there is another culture about limitation of sail activity. Chieftain manage time for sailing and who allow to go to sea. This regulation is to protect reserve of fish and give opportunity for nature to renew itself. NTT tribe know that sustainable marine environment are very crucial. They are not only think for themselves but also for next generation.
In addition, condition in above show that sustainable development are urgently required to keep this culture. Sustainable development is the concept of needs, in particular the essential needs of the world's poor, to which overriding priority should be given [1]. NTT tribe applied this concept from their ancestor. Greed will be became disaster in next future, They have strong faith that life is to share each other. In another point, sometime local wisdom is more powerful than regulation from government
In conclusion, social security is running especially in rural area because there is a keeper in that area. Therefore, they always respect for each regulation from local rule which they never try to obey it. This concept is very relevant and need for studying about it in particularly area.

[1]       IISD, “International Institute for Sustainable Development.” [Online]. Available: http://www.iisd.org/topic/sustainable-development.
Read More
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home