Intermezzo

No Comments
Terlintas dalam benakku untuk menulis artikel tentang cinta, wanita dan pernikahan. Adalah hal yang lumrah dimana pada usia 22-24, wanita Indonesia mulai memikirkan siapa yang akan menjadi pendamping hidupnya. Dia yang mampu memberikan keteduhan, menjadi pengayom dan penjagalah yang akan memperoleh sekeping hati yang hilang.

Terkadang tidak semua orang mempunyai jalan yang sama hingga menuju jenjang pernikahan. Ada yang harus berkali-kali menemui jalan yang terjal, adapula yang bisa melenggang tanpa banyak masalah. Satu hal yang harus dipahami adalah mengapa kamu harus memutuskan untuk bersama dia? Jika jawaban itu belum juga ditemukan, berarti kamu harus mencari lebih jauh lagi makna pernikahan sesungguhnya.

Pada usia 22-24, kamu juga harus mampu meredifinisi arti sosok pasangan ideal di mata kamu. Mulai dari materi, tampang ataupun atribut yang tampak lainnya. Ketertarikanmu akan jauh lebih realistis dibandingkan dengan sosok pasangan ideal yang ada di film drama Korea. Setelah menyelesaikan studi S1 kamu punya pilihan untuk mencari kerja atau melanjutkan studi.

Jika kamu memutuskan untuk bekerja, pelajari berbagai hal mengenai teknik wawancara, soft skill apa yang kamu butuhkan untuk perusahaan yang akan di apply. Jika kamu memutuskan untuk studi lanjut, persiapkan berbagai persyaratan universitas, beasiswa yang akan di apply dan restu dari kedua orang tuamu. Tidak sedikit aku temui beberapa rekan yang memilih tidak mengambil beasiswa yang diperoleh karena tidak dapat ijin dari orang tua, usia yang semakin bertambah, serta pendamping yang tak kunjung datang. Jika niatmu belum bulat, kamu perlu yakinkan dirimu dan orang disekitar.

"kepingan hati kamu pasti akan sesuai dengan tingkat kapasitas diri kamu"


Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments

Post a Comment