Seberapapun aku jauh untuk pergi. Ada waktu ya aku rindu akan semua yang ada di dalam rumah. Rumah menjadi tempat bagiku untuk berdiskusi, mengeluarkan pendapat dan berbagi gagasan akan segala hal.
Aku Ingat bagaimana ayah memberi pendidikan akan hukum, politik dan sistem tata negara. Ayah selalu menekankan bahwa orang dihargai karena kapasitas keilmuannya. Jangan terpukau akan materi yang ada pada orang lain. Lihat terlebih dahulu apakah mereka orang yang berilmu atau tidak, terlebih jika mereka memperoleh materi dengan cara-cara yang tak dibenarkan. Jangan pernah taruh simpati sedikitpun. Idealisme itu yang coba aku bawa hingga saat ini.
Selain itu aku sangat merindukan diskusi di meja makan tentang hal lain akan hidup. Seringkali aku harus berdebat karena perbedaan pandangan. Kebebasan yang diberikan padaku untuk berpikir dan mengembangkan argumentasiku sangatlah di hargai di rumah kecil ini.
Sedangkan dalam hal penanaman nilai, ibu menjadi orang yang selalu mengajari ku akan nilai-nilai luhur. Ibu selalu memberikan contoh disekeliling agar aku mudah mencerna apa yang disampaikan.
Mungkin saja untuk saat ini, aku belum bisa untuk kembali merasakan keadaan itu. Jarak dan waktu tidak sepenuhnya memungkinkan untuk mengulang memori yang pernah ada di rumah sederhana kami. Ingin rasanya segera menyelesaikan apa yang ada di depanku saat ini dan segera kembali ke rumah kecilku.

