| Merakit Lego |
Cerita kali ini berasal dari kelas. Awalnya aku bersama temanku duduk berdua melihat anak-anak yang lain telah membentuk kelompok dengan anggota maksimal 5 orang. Hanya tersisa kami yang tidak mendapatkan bagian. Tiba-tiba ada temanku yang sebelumnya pernah bekerja kelompok denganku dan bertanya apakah dia diperkenankan untuk bergabung dengan kelompok ini, tentulah aku menjawab iya. Selang beberapa saat ada Anak lain yang juga akhirnya bergabung ke kelompokku karena sudah tidak ada pilihan lain. Spontan saja aku berbisik dengan rekanku jika akhirnya kita bisa mendapatkan kelompok dengan tidak terlalu susah.
Kelaspun dimulai dengan dibagikan kertas yang berisi materi yang akan dipelajari hari ini. Pembelajaran untuk mata kuliah Organisation of Production System menggunakan metode problem based learning. Awalnya siswa diminta untuk membaca dan menghubungkan dengan pengetahuan sebelumnya yang pernah dipelajari. Kemudian kita akan diminta untuk menjelaskan apa yang telah dibaca ke rekan satu kelompok.
Perasaan akward muncul saat kami belum saling kenal. Aku Coba untuk sekedar membuka komukasi saat rekanku dari Polandia bertanya mengapa kami berdua menggunakan jaket di dalam ruangan. Aku menjawab bahwa menurutku suhu saat ini dingin meski didalam ruangan. Percakapanpun berlanjut mengenai mengapa kami memilih untuk belajar di Polandia yang notabene sangat jauh dari negera kami berasal.
Percakapanpun mengalir begitu saja khususnya saat berbicara mengenai kuliner. Kami mencoba untuk memperkenalkan kekayaan kuliner yang ada di Indonesia. Rendang dengan segala kelezatannya, soto ayam dengan tampilan yang menyegarkan. Suasanapun menjadi lebih hangat. Hingga aku mengerti bahwa lebih baik memulai untuk berkomunikasi dengan siapapun karena kita terkadang tidak tahu bagaimana serunya bisa berinteraksi dengan manusia.
