Most of a people in Indonesia especially the parents still have a perception about marriage. They have assumption if their daughter wants to marry someone, Their daughter or son should fulfil several requirements like; finishing a study, finding a job and other parametric of measurement based on wealth or similar with itself.

Another paradigm, a son stressed to have finished their study in a bachelor or even master. In nowadays, the environment is not really good where we can be easy to fill up desire. The parents are selfish and never hear problems from their children. It will be better if the process for marrying easier than an illegal relationship. Please don't blame us if we have mistakes. Guide us to find the truth way, we want to complete a half of "deen" through married. Moreover, Woman can support through make easier for a man to propose you.

We know that to protect from something that illegal, We can do fasting and others. However, sometimes all of that statement is truth. I just want to mention, please be wise to your children if they had grow and want to build a new generation. Don't every try to stop their willingness.

Lower Silesia,  29 November 2016; 5:34 CET

Read More
Mungkin pada postingan kali ini aku ingin keluar dari pakem atau aturan menulis yang seharusnya. Sudah dua bulan aku pergi dari Indonesia, saat ini aku merindukan berbagai hal unik yang ada di dalamnya. Mulai dari makanan, keluarga, sahabat dan kenangan lainnya. Terlebih aku yang menghabiskan studi ku di kota Jogjakarta. Kenangan yang tidak mudah untuk aku lupakan begitu saja, kesederhanaan penduduk aslinya, makanan yang memanjakan lidah serta romantisme di setiap sudut kota Jogjakarta.

Aku masih mengingat saat hujan turun dan membasahi kota, gemerlap lampu taman kota menambah suasana syahdu malam itu. Ku kelilingi kota dan ku dendangkan lagu penuh nuansa cinta dengan kota ini. Aku teringat bagaimana saat masih kuliah, seorang dosenku mengatakan bahwa "cobalah untuk pergi jauh dari Indonesia, maka beberapa saat engkau akan merindukan negeri ini". Awalnya aku cuma menganggapnya anginlalu, hingga pada akhirnya aku buktikan sendiri. Jika jauh dari negeri yang aku cintai adalah hal yang sangat berat. Suatu saat nanti, aku berkeinginan untuk mengabdi sepenuhnya di negeri dimana aku dilahirkan. Aku ingin memberikan sumbangsih dalam bidang yang sedang aku tekuni saat ini.

Oh iya, ada satu hal lagi. Untuk kalian para wanita yang masih berpikir mengenai siapa jodoh kalian, mengapa tak kunjung ada yang bertamu atau menanyakan apakah engkau sudah mempunyai pasangan atau belum. Semua akan ada pada waktu yang tepat. Bisa jadi saat ini jodohmu masih disimpan oleh Allah hingga engkau benar-benar siap dan pantas untuk menerima pasangan kalian. Cukup lakukan usaha yang dapat kalian lakukan, berdoa memohon yang terbaik dan memantaskan diri untuk mendapatkan pasangan yang ideal untuk kalian.

Kalian pasti mengerti jika kata tak sanggup untuk berucap secara langsung, ada kekuatan doa yang membuat engkau lebih dekat dari siapapun.

Disini berbagai tantangan harus dihadapi. Ada berbagai masalah yang membuatku semakin dewasa dan merubah cara pandangku akan sesuatu. Dan untuk kalian yang ingin menjelajah luasnya dunia, persiapkan bekal yang cukup. Pastikan bahwa kalian sudah siap untuk mendapat tantangan yang lebih menantang dibanding saat berada dinegeri sendiri.


Wrocław, 29 November 2016 ; 12:42



Read More
https://www.instagram.com/wonderfuljogja/
Sudah menginjak hampir dua bulan aku tinggalkan negeri Indonesia. Ada cerita, tawa dan kenangan yang saat ini aku rindukan. Aku rindu bagaimana gemerlap cahaya kota Jogja, kesederhanaan warung angkringan dengan kopi hitamnya, serta lalu lalang penduduknya yang begitu bersahaja. Sebelumnya aku sempat berpikir jika ada di negeri yang jauh merupakan hal yang sangat menyenangkan, hal ini jauh berbeda dimana banyak sekali tantangan yang harus dihadapi. Ritme kota yang begitu cepat memaksaku harus menyeret kakiku untuk melangkah lebih cepat.

Terkadang aku ada dalam kondisi dimana merasa sepi, bosan dan enggan untuk melakukan aktivitas apapun. Aku rindu akan orang-orang yang aku sayangi di sana. Jika aku bisa melewati ruang, bolehkan aku memelukmu untuk menghapus rasa rindu ini. Bolehkah aku memeluknya satu persatu meski itu hanya ada dalam mimpi.

Catatan dari negeri seberang

Read More
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home