Menanti Rintik Hujan

No Comments
"kita ibarat dua tetes air yang bertemu ditengah arung kehidupan ujian, kadang hujan nyaris memisahkan kita. Tapi pada cinta kita berpegangan. Namun, angin yang lembut kini datang membawaku, kuberanikan diriku agar kau bisa tahu bagaimana aku menjagamu. Sampai nanti kita bertemu bagai bintang diangkasa".

Tidak ada yang mengira bahwa kita dapat bertemu diwaktu yang tak disangka-sangka. Perjumpaanku denganmu meski hanya dalam waktu yang singkat menjadi kepingan puzzle yang mengisi dalam kehidupanku. Aku ucapkan salam pada siapapun yang pernah mengenalku, begitu juga kau yang telah berkenan untuk aku kenal.

Pernahkah engkau mendengar sebuah pesan dimana kita harus mencintai orang yang terlebih dahulu mencintai kita. Mungkin saat ini kita tidak lagi ada pada satu lingkaran. Kita mencoba untuk mencari pilihan dan menentukan pilihan yang kita yakini.

Langkah yang kau ambil untuk menuju insan mulia haruslan selalu dipertahankan, berusahalah mencapai batas kesempurnaan yang diperkenankan Pencipta pada hamba-Nya. Aku juga harus mengatakan jika aku bukanlah seorang yang lahir dengan penuh kesempurnaan, aku pernah berada dalam suatu masa dimana berada pada titik paling rendah dalam hidupku. Satu hal yang aku mengerti adalah aku masih memiliki kesempatan untuk bangun, bangkit dan bergerak kembali.

Pada cinta kita berpegangan, akan ada saatnya bahwa kita akan berjumpa. Saat ini biarlah penjagaan dari-Nya yang menjagamu. Hingga pada suatu waktu dimana aku bisa tahu bagaimana aku menjagamu. Tersenyumlah dalam keheninganmu dan merenunglah dalam keramaianmu. Berusahalan untuk mempertahankan pilihan yang kau buat untuk menjadi manusia seutuhnya.

Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments

Post a Comment