“Have we ever thinking how come this earth can be exist. Is there any creator or this is happen without any planning”.

To answer question in above, we need a tool to analyze and to acquire the information. The tool is mind, from this tool we can do what should we do.

The evidence that everything must be there creator, can be explained as follows: everything can be reached by our mind which consist of three elements, human, universe and existence of life. All of those elements have limitation, weak, lacking in everything and depends the other.

For example human, human is limited because they grow in some extent and never to be reached again. It indicates that human have limitation. This condition also occur in the field of universe and life.
Therefore, everything that limited definitely were created by "something else". This Concept known as "Al-Khaliq". He created human, life and the universe. To determine  existance of Creator there will be three possibilities. First, He was created by others. Second, He creates himself. And the third, He has character as "Azali and Wajibul Wujud".

The first possibility is Impossible, cannot be accepted by mind. It is also occur in the second possibility. Hence, "Al-Khaliq" must be "Azali" and "Wajibul Wujud (must be exist)". Anyone who have clear mind will be have ability to prove that everything there a creator.

By observing one of planets in this universe, or contemplated of life phenomena, or researching one of parts in man, we will find the conclusive evidence that Allah exist. Allah is the creator of the universe. He doesn't have any allies. He stand by himself and not need anyone.


Read More
“jika pandangan akan sebuah pendidikan telah bergeser, maka bersiaplah kehilangan makna pendidikan yang sebenarnya”
Pada beberapa waktu yang lalu, sekitar satu minggu sebelum tulisan ini dibuat. Penulis memiliki kesempatan untuk melihat kondisi rumah penduduk yang dijadikan tempat tinggal para mahasiswa di sekitaran UII. Penulis mencoba bertanya untuk mencari tahu berapa harga satu buah kamar untuk saat ini.

Tanpa disangka, harga sebuah kostan yang ada disekitaran kampus melonjak hingga empat kali lipat dibandingkan saat penulis masih berada di bangku perkuliahan. Bahkan tidak sedikit kostan yang mematok tarif hingga menyentuh dua digit. Sebelumnya, selama menempuh studi penulis mengeluarkan biaya untuk kostan dengan biaya sekitar 1 hingga 2 juta rupiah per tahunnya.

Penulis memiliki pandangan bahwa beban orang tua mahasiswa saat ini cenderung semakin berat. Disamping biaya yang harus dikeluarkan untuk memasuki sebuah universitas tidaklah sedikit. Masih ditambah lagi dengan biaya untuk mencari tempat tinggal sementara untuk mahasiswa. Hal ini yang dalam jangka panjang semakin membuktikan bahwa pendidikan hanya bisa dinikmati segelintir golongan anak bangsa. Hanya golongan tertentu yang memiliki kemampuan finansial yang dapat memperoleh pendidikan.
Pada akhirnya setelah para mahasiswa selesai menyelesaikan studi yang terpikir pertama kali adalah bagaimana mengembalikan modal yang telah dikeluarkan selama menempuh studi. Semuanya cenderung pada “self oriented”. Tidak ada waktu untuk memikirkan bagaimana memberi kesempatan pada anak bangsa lainnya yang tidak beruntung mengenyam pendidikan.

Penulis memiliki sebuah gagasan jika mahasiswa baru yang memasuki dunia kampus diwajibkan untuk berada di asrama mahasiswa. Penulis memiliki keyakinan dengan dasar keagamaan yang cukup kuat di UII, pihak pengambil kebijakan bisa merumuskan membuat suatu sistem pembinaan bagi mahasiswa selama menempuh studi. Adanya asrama untuk mahasiswa selain dapat memberikan kesempatan orang tua untuk bernafas, pihak kampus juga dapat turut andil dalam mempersiapkan calon kader pemimpin bangsa.

Lingkungan yang mendukung tentunya sangat dibutuhkan di era persaingan dan kebebsan yang tanpa batas seperti saat ini. Alangkah indahnya jika kecerdasan intelektual diselaraskan dengan pemahaman yang benar akan agama.


Semoga ide yang sederhana ini dapat berkontribusi untuk mengembalikan makna dari pendidikan itu sendiri.
Read More
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home