Meluruskan Persepsi

No Comments
Source: Kocham Wroclaw
Banyak yang berpikir bahwa bisa kuliah di luar negeri adalah hal yang menyenangkan. Foto dengan berbagai pemandangan yang eye catching, senyum dari berbagai pose dan hal yang nampaknya begitu membahagiakan. Memiliki kesempatan untuk berjalan-jalan, hingga kadang timbul persepsi yang beredar bahwa kuliah di Luar Negeri kerjaannya cuma untuk jalan-jalan.

Pendapat diatas tidaklah benar sepenuhnya. Jika kita mencoba untuk melihat dalam perspektif lainnya, melanjutkan studi baik di luar maupun di dalam negeri tidak ada bedanya. Di dalam negeri kita memiliki kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat, mengenal lebih dekat. Sedangkan melanjutkan studi di negeri lain setidaknya mengajarkan kita beberapa hal.

1. Mandiri
Kita dituntun untuk mempersiapkan segala sesuatunya sendiri. Mulai dari urusan dengan kampus, tempat tinggal, makanan bahkan hingga urusan ibadah.

2. Kemampuan Beradaptasi
Perbedaan agama, budaya dan kebangsaan membuat kita dituntut agar mampu menyesuaikan diri dengan cepat. Suara adzan yang tiba-tiba lenyap, menjadi minoritas merupakan hal lain yang menjadi kesempatan bagi kita arti penting sebuah toleransi.

3. Berdamai dengan rindu

Hal ini juga berlaku dengan urusan perasaan. Dimana kita harus berpisah untuk sementara waktu dengan keluarga, sahabat bahkan orang yang kita kasihi. Perasaan untuk bisa bertemu setiap hari menjadi angan-angan belaka.

Belajar di negeri yang jauh dari tempat asal kita juga memberikan kita kesempatan untuk meningkatkan kapasitas diri. Niat dan mental yang kuat haruslah telah terpatri dalam hati para calon mahasiswa yang memiliki keinginan untuk mengecap studi di negeri seberang.

Saya secara pribadi juga merasa iri dengan teman-teman yang ada di Indonesia. Mereka yang memiliki kepedulian terhadap negeri, memiliki kesempatan secara langsung untuk dapat berkontribusi pada negeri. Yang perlu kita lakukan adalah memperbanyak kolaborasi dalam berbagai hal. Semoga hati ini selalu terpaku pada Ibu Pertiwi. Menjadi tanggung jawab moral bagiku untuk selalu ingat bahwa setiap langkah, setiap makanan yang aku gunakan terdapat hak dari rakyat Indonesia yang aku gunakan untuk saat ini.


15 Oktober 2016
Negeri Putih Merah




Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments

Post a Comment