"Embun tidak pernah memilih pada daun mana ia akan jatuh, begitu juga dengan anak manusia, ia tak punya kuasa pada hati yang mana ia akan bersandar"
Sudah lama aku merindukan hadirnya senja, kulihat kala matahari berayun untuk menyinari belahan dunia yang lainnya. Adakalanya tidak semua daerah diatas bumi ini memiliki kesempatan untuk mendapatkan sinar matahari yang cukup. Beruntunglah engkau yang memiliki kesempatan untuk melihat saat sang surya menyingsing dan kemudian pergi untuk sesaat hingga kembali esoknya.
Begitupun dengan engkau, tidak semua yang engkau ingini dapat terwujud untuk saat ini. Ada beberapa yang masih menunggu atau yang telah melangkah untuk memulai lembaran cerita kalian. Di sisi yang lain masih ada di antara kita yang harus berpisah karena memang adanya pilihan yang harus dibuat. Jika engkau masih menunggu, cobalah untuk memandangi cakrawala dunia dengan perspektif yang berbeda. "Jika engkau tak menemukan cintamu di bumi carilah ia di langit" (Malaikatpun Jatuh Cinta)Ya, itulah pilihan terbaik yang dapat engkau lakukan. Engkau bisa memulai dengan mengetuk pintu langit agar yang memiliki cinta berkenan menitipkannya padamu. Dan tentunya, engkau memiliki kewajiban untuk menjaganya sesuai dengan apa yang telah dituntunkan padamu. Jangan pernah bosan untuk mengetuk pintu langit nan maha luas. Lebih mudah bagi engkau untuk mengetuk pintu langit dibanding pintu hati seseorang.
Bagi kalian yang telah memulai mengembangkan layar untuk mengarungi samudera nan luas ini. Semoga kalian mengikuti arah atau petunjuk yang telah diberikan pada kita semua. Jika ada masalah dalam perjalanan, anggaplah ombak atau riak-riak kecil yang akan menambah kekuatan untuk mengarungi perjalanan yang amat panjang. Dan teruslah ingat jika kalian telah memulai perjalanan itu, berarti kalian telah berusaha untuk menyempurnakan hidup agar menjadi manusia yang paripurna.
0 comments
Post a Comment