Tepat sehari yang lalu tanggal 25 November 2013, akhirnya mamang diwisuda. Seneng banget rasanya mamang diwisuda. Setelah akhirnya puas cari-cari ilmu di Yogyakarta selama tujuh tahun, kampung halaman menjadi tujuan akhirnya. Mencari jalan sunyi yang ia susuri sendiri, guru spiritualnya yang selalu ia kunjungi, dan tentunya saudara baru yang ia kenal di tanah mataram ini. Selain itu mamang juga telah mempersaudarakan kami menjadi satu saudara yang akrab dipanggil koloni utara.
Sebagai seorang kakak mamang selalu mengajari bagiamana harusnya aku bertindak. Guru yang mengajariku tentang arti kehidupan. Belum pernah ada orang lain yang dapat kupercayai selain mamang untuk saat ini. Mamang selalu dapat mengerti dua langkah bahkan tiga langkah apa yang ada di pikiranku. Ia selalu mengajari untuk selalu mengisi otak, mencari beban lebih tinggi dan guru kehidupan yang tersebar di muka bumi ini.

Meski saat ini aku belum temukan jalan sunyi itu, beban yang juga belum ada, hidup yang sangat datar, spiritual yang masih kosong. Akhirnya untuk mamang terimalah salam takdzim dariku.  
Read More


Saat ini, sebagai alat bantu software engineering memiliki kemampuan yang luar biasa sebagai alat bantu perancangan suatu produk.

Di kalangan industri untuk merakit sebuah part/produk software yang populer salah satunya yakni Software Solidworks. Selain interface yang menarik software ini juga menawarkan berbagai fitur yang sangat berguna untuk mendesign suatu produk.

Solidworks banyak dipakai oleh para Designer Professional, karena kehandalannya dalam urusan design. 

Sedangkan untuk software Archicad yakni software yang digunakan untuk membuat layout bangunan dengan memperhatikan korelasi antar satu ruangan dengan yang lainnya. Software ini mampu menampilkan bentuk real dari benda-benda yang ada sekitar kita sehingga memudahkan dalam melakukan design ruangan.


Kami menawarkan les privat dengan garansi sampai bisa untuk solidworks dan archicad.
Untuk tempat dan lokasi kami fleksibel sesuai dengan kebutuhan anda.

Peserta les dapat: 
  • Memahami dan terbiasa dengan fitur-fitur dasar pemodelan dan penggambaran pada SolidWorks
  • Memodelkan bentuk 3D dengan menggunakan solidwork.
  • Membuat gambar teknik 2D dari model 3D yang dibuatnya.
  • Membuat desain produk yang lebih komplek dengan cara merangkaikan komponen-komponen yang lebih sederhana dengan fitur assembly.


CP : 081 229 633 721
Line : m-ulilalbab
Read More
Kejadian ini kutemui kala aku ada di kampung halaman. Ayahku senang untuk berkunjung ke rumah orang yang lebih tua darinya. Aku lihat seorang nenek tua renta yang sakit-sakitan. Nenek ini berperilaku layaknya bayi dimana semuanya minta dilayani. Ia mengeluarkan bau yang kurang mengenakkan hidung. Satu hal yang membuatku sedikit terheran, meski nenek ini memiliki 5 anak namun hal ini tidak menjadikan mereka semaunya merasa berkewajiban untuk merawat nenek ini. Mereka semua sudah di inisiasi untuk bahu-membahu menanggung seluruh biaya yang diperlukan buntu merawat ibunya sendiri. Namun apa daya semuanya hanya sebatas wacana.

Satu pelajaran yang bisa kuperoleh dari gambaran diatas, bahwa anak belum tentu ia akan setia merawat orang tuanya ketika ia ada dalam ujung kematiannya. Seolah jasa-jasa yang telah diberikan pada sang anak akan segera lenyap. Ada sebuah ungkapan menarik bila ibu merawatmu diwaktu kecil untuk menanti kehidupanmu, namun engkau merawat ibu menuju kematiannya. Peran dari orang tua untuk mendidik anak haruslah menjadi sebuah hal yang tak boleh untuk diabaikan. Selain itu dari sisi anak jagalah orang tua agar Ia dapat bertemu Tuhan dengan tersenyum.  
Read More
Kebohongan ada dalam tiap ucapan ku 
Kemunafikan selalu saja menjadi sikap ku
Pencitraan ada dalam tiap penampilan ku
Kesombongan selalu saja menjadi kebanggaan ku
Kefasikan juga ada dalam diriku
Kelicikan adalah cara ku


Mungkin Tuhan pun marah pada Aku
Jika tak ada cinta dari Tuhan binasalah aku
Tuhan selalu memberi cinta pada ku
Meski aku sering kali berkhianat
Tuhan selalu ada untuk ku...

Itulah aku....
Dengan segala keburukan....
Dan juga kebusukan....

Lihatlah aku dari sisi lain
Kau akan tahu siapa aku
Jika aku bukanlah aku
Read More
Terekam dalam Ingatanku akan pesan dari guruku bahwa ayah akan menanggung sebagian kesalahan yang dilakukan anaknya karena ia telah melanggar batas yang ditetapkan Tuhan. 

Sosok yang selama ini harus juga mencari penghidupan juga harus menanggung beban yang amat berat. Hingga tahap inilah aku berpikir alangkah bodohnya diriku jika aku sering kali melanggar batas yang ditetapkan Tuhan.
Alangkah tak punya rasa sayang pada orang yang selama ini menghabiskan hidupnya untuk mencari kehidupan bagiku.

Begitu juga untukmu wahai sahabat, khususnya kepada wanita. Pikirkanlah adakah engkau pernah melanggar batas yang ditetapkan Tuhan?
Pikirkanlah apakah engkau berjalan ke luar dengan tetap menutupi apa yang seharusnya tak ditampakkan?
Jikalau di luar sana engkau masih berjalan tanpa merasa malu akan hal yang seharusnya menjadikanmu malu, pikirkanlah.
Berapa beban lagi yang harus kau tambah pada ayahmu. Berapa lagi kesalahan yang akan kau lakukan pada Tuhan.

Jikalau memang saat ini engkau belum bisa mengikuti apa yang diperintahkan Tuhan, cobalah merenung sejenak, lalu melakukan perintah Tuhan karena kau sayang pada ayahmu. Bagiku itu lebih baik daripada kau terpaksa karena seruan Tuhan-Mu.

Namun jika dengan kasih sayang ayahmu Padamu kau juga belum mau melakukan apa yang Tuhan perintahkan. Maka, dimana lagi letak kasih sayangmu pada ayahmu?
Read More
Malam itu bagiku tak berbeda jauh dengan malam sebelumnya. Aku melakukan rutinitas harian yang seperti biasanya. Saat Ku coba mencari untuk menegakkan hidupku, aku memilih tempat yang jauh dari hiruk pikuk manusia. Tempat yang ku pilih karena ingin mengantar sebuah Rizki dari langit, pikir ku.

Ku pesan beberapa makanan yang telah tersaji. Di tengah-tengah aku sedang makan, aku melihat penjual yang menghentikan langkah seorang pengendara sepeda motor. Ia lalu kembali menuju lapak dagangannya dan kemudian mengambil beberapa gorengan yang ada, di bungkus dalam sebuah kantong plastik lalu ia dengan segera menghampiri pengendara sepeda motor tadi dan memberikan gorengan yang ada.

Tidak ada transaksi berupa jual beli, penjual hanya memberi tanpa ada harga yang harus di tebus.

Dari uraian tadi aku sedikit heran, di zaman dimana orang mencari materi hingga rela meminum darah temannya sendiri, di saat orang menabrak-bantal berbagai aturan Tuhan. Ternyata masih ada manusia yang manusia. Dalam artian ia memiliki sifat yang semestinya dimiliki manusia. 

Mungkin saja penjual tadi berpikir, mungkin inilah yang dapat ku lakukan untuk menambah bekalku diperjalanan yang sangat panjang nanti.
Read More
Istilah istislah merupakan istilah yang dipopulerkan oleh Imam Al-Ghazali. Adapun istislah dari segi asal kata berasal dari satu rumpun kata dengan soluha, maslahat yang mangandung arti mencari kemaslahatan. Imam Al-Ghazali menulis ini semua dalam kitab ushul fiqh yang terakhir Al-Mustasfa. Adapun maksud dari  istislah dalam kajian ushul fiqh adalah meletakkan dasar hukum yang semuanya berdasarkan asumtif. Sehingga Imam Al-Ghazali menyatakan penolakannya dalam mengambil hukum dengan istislah ini dikarenakan model ini bersifat asumtif sehingga dimungkinkan adanya penilaian yang subjektif terhadap objek yang akan dihukumi.
Dalam pandangannya mungkin Al-Ghazali memilih untuk menolak istislah dikarenakan berangkat dari pemikiran Al-Ghazali bila hukum suatu objek ini ditetapkan berdasarkan adanya kemungkinan utilitas / hedonistik. Sehingga Al-Ghazali menilai bahwa nantinya hukum yang dihasilkan akan bersiat subjektif dan tendensius. Namun, Al-Ghazali juga memberikan persetujuaan menggunakan istislah dalam penggalian hukum jika ada dalam kondisi darurat. Sebagai contoh misalnya terdapat teman yang dalam kondisi perang ia dalam keadaan kritis, dan jika kita membawanya kita akan tertangkap oleh musuh dikarenakan gerak kita yang menjadi terhambat, maka Al-Ghazali menyatakan kebolehan untuk membunuh teman yang dalam keadaan sekarat tadi, daripada tertawan lalu dirawat musuh dikhawatirkan ia akan dicecar dan membocorkan informasi rahasia negara.
Pembagian maslahah di kategorikan menjadi 3:
1.      Maslahah yang diakui oleh syariat (mu’tabarah) seperti makan, minum, menikah. Segala ketetapan hukum yang telah tercantum dalam Al-Quran
2.     Maslahah Mulqo yakni tidak diakui oleh syariat namun memiliki manfaat sehingga dilarang untuk dilakukan. Sebagai contoh Bunga Bank, Rentenir.
3.         Maslahah Mursalah (lepas) yakni kemaslahatan yang lepas dimana posisinya tidak diakui oleh syariat namun juga tidak ditolak oleh syariat. Sebagai contoh penggunaan handphone, dan benda teknologi lainnya. Sehingga sifat dari maslahah ini dinamis dan biasanya terjadi perbedaan pendapat diantara fuqaha.
Adapun pendukung penggunaan metode istislah adalah Imam Malik. Namun, pendapat beliau ini ditolak oleh muridnya Imam Syafi’i dikarenakan segala sesuatu hukum mengenai perbuatan manusia telah termaktib di dalam Al-Qur’an baik secara eksplisit maupun Indikatif (tidak langsung). Imam Syafi’i lebih memilih menggunakan qiyas untuk mengambil suatu hukum. Penggunaan qiyas diambil dari sumber hukum asal, namun ada juga hukum analogi. Adapun contohnya adalah pencatatan akta nikah, dimana Imam Syafi’i berpendapat bahwa hal ini harus dilakukan karena sama penting dalam pencatatan hutang piutang. 
Read More
If i ask to you what think in your mind if I say about quality? In real world most people will be answer quality is, How reliable is it? Quality is something that can make me wouldn’t wear something. I think an answer from this question is true, but I will give most clearly definition about quality, Quality is simply meeting the customer requirements, and this has been expressed in many ways by other authors. Juran in an early doyen of quality management define as Fitness for purpose or use.
The critical point of view from quality is not restrictive to the functional characteristics of product or service. Quality for most people give a explanation that some of the products they purchase is more associated with satisfaction in ownership than some functional property. By consistently meeting custoer requirements, we (developer) can move to a different plan of satisfaction – delighting the customer. A development is must be do by developer cause to make a customer loyality, an this an important variable in an organization’s succes.
Research show that focus on customer loyality can provide several commercial advantages:
·      Customer cost less to retain than acquire
·      The longer relationship with the customer, the higher the profitability
·      A loyal customer will commit more spend to its chosen supplier
·    About half of new customer come through referrals from existing clients (indirectly reducing acquisition costs).

For example companies like 3M us measure of customer loyalty to identify customer which are ‘completely satisfied’, would ‘definitely recommen’, and would ‘definetely repurchase’.
Read More
Akhirnya pada malam itu, aku bisa untuk mencoba mengetuk hati makhluk Allah yang diciptakan dengan amat indah. Sejak malam itu aku mengerti akan indahnya karunia Allah yang diberikan pada tiap insan manusia. Manusia yang telah memperoleh karunia itu tak boleh untuk melanggar marka yang telah Allah tetapkan.

Aku juga tahu akan hadirnya sebuah perasaan dalam jiwa, semoga semua itu selalu ada dalam jalan yang telah ditetapkan. 

Saat ini mungkin saja belum pada waktunya untuk berlari lebih cepat lagi. Bukankah mawar tak berkenan dipetik sebelum ia menampakkan kelopak bunga yang teramat indah. "Proses" ya, itulah kata yang harus dilewati ketika ingin mencapai tujuan. 

Jikalau dengan memandang nya saja sudah membuat hati ini senang, Apalagi jika aku dapat melihat wijah-wijah para kekasih Allah. Semoga.




Read More
Berkembangnya suatu peradaban tak terlepas dari berkembangnya ilmu pengetahuan. Semakin pesat suatu ilmu berkembang maka semakin maju pula peradaban itu.

Satu hal yang membuatku takjub adalah bagaimana para ulama telah menggariskan berbagai panduan untuk mencari ilmu, metode ilmiah yang digunakan. Para ulama yang merupakan pewaris para nabi telah berusaha dengan keras untuk membuat karya yang sangat mengagumkan.

Ambillah sebagai contoh bagaimana Imam Bukhari yang harus menempuh perjalanan ribuan mil untuk mencari hadits, beliau mempunyai ribuan guru yang menjadikan Imam Bukhari sebagai seorang yang hebat.

Semoga Allah membalas kebaikan mereka, usaha mereka yang telah membuat berbagai karya menjadikan umat ini memiliki warisan Mutiara pengetahuan yang sangat berharga.

Kebanyakan dari ulama terdahulu yang membuat karya yang luar biasa, mereka berusaha dengan keras di waktu mudanya dan kebanyakan diantara mereka juga wafat di usia yang relatif muda. Mereka mencari ilmu dengan membaca dan menuangkan pikirannya ke dalam sebuah buku. Betapa tinggi derajat yang mereka miliki dengan Ilmu yang diwariskan pada umat ini. Satu pesan yang harus di ingat untuk mencari ilmu dari ayunan hingga Liang Lahat. 

Read More
Kulakukan apa yang bisa ku lakukan.
Ku korbankan apa yang bisa ku korbankan.
Ku jalani apa yang bisa ku jalani 
Ku coba untuk turuti permintaan mu selama itu masih dalam batas kemampuanku 

Namun, kau juga harus mengerti
Janganlah dengan mudahnya lalu kau putuskan aku
Kau harus mempertimbangkan dan melihat dari sisi hatimu yang terdalam
Gunakanlah hati nuranimu, 
Jika kau belum mampu menilai dengan hati nuranimu biarlah aku mintakan pada para kekasih Allah.

Read More
Ku lihat dari dekat seorang wanita paruh baya yang menyangga beban di kepalanya. 

Ku terka pastilah ia berjalan untuk mengelilingi sudut kota, mencari sebaran rezeki yang di sebarkan Tuhan di bumi ini

Ku berpikir tentang Kelalaianku yang lebih memilih untuk tersenyum dari pada membayar rasa sedih yang ada pada diriku. 

Ku percaya bahwa merekalah sebenarnya yang lebih dekat pada Tuhan dibanding orang-orang yang menjajakan agama yang mereka miliki.

Read More
Ku pernah di beri cerita akan adanya sebuah jalan dimana tak semua bisa melaluinya. Sebuah jalan yang membuatku menjadi seorang diri untuk mencari kebahagiaan dalam hidup ini.

Jalan ini tak dapat ditunjukkan kepada setiap orang, hanya orang yang memiliki kemauan dan kemampuan untuk menjalankannya. Jalan yang terkadang membuatku bisa meneteskan air mata, ternyata masih ada makhluk lain yang tersembunyi di balik kolong langit.

Namun semua itu hanya bisa ku peroleh jika aku melakukan perjalanan panjang yang tak seorangpun menyadari bahwa aku sedang melewatinya. Membuat ku merasa lebih hina dibanding makhluk yang sering dipandang sebelah mata oleh kebanyakan manusia.

Lihatlah dengan mata hatimu bukan melihat dengan mata yang penuh dengan kebencian.
Read More
Suatu ungkapan yang membuat penulis tersenyum sendiri ketika menanyakan asal seseorang yang berasal dari daerah Jawa Barat, mengatakan bahwa ia bukan berasal dari Jawa, lalu penulis berinisiatif bertanya apa benar jawa barat itu bukan jawa?
Penulis akan mencoba bercerita mengenai keramahan yang ditunjukkan gadis sunda atau lebih sering dipanggil mojang priangan
Penulis mencari-cari alasan dari mitos yang meski tak berdasar namun masih tertacap kuat dibenak sebagian penduduk yang keturunan asli sunda danjawa. Bahwa orang Jawa tidak diperkenankan untuk memperoleh orang sunda.
Mitos bahwa hubungan rumah tangga yang tidak akan harmonis ketika melangar aturan yang dibuat ini.
Berdasarkan data yang penulis peroleh bahwa telah terjadi perang antara kerajaan Mataram (Jawa) dan Sunda Galuh yang mengakibatkan peperangan ini terus berlangsung berkepanjangan.
Dari sini penulis lebih memilih untuk melihat persoalan yang ada secara objektif,
Jika hanya didasarkan pada adat saja maka sebenarnya ada nilai yang dapat dipegang lebih kuat yakni ajaran agama.
Bukankan kita diperintahkan untuk memilih seorang pasangan dikarenakan agamanya bukan suku, bangsa, ras atau warna kulit atau golongan lainnya.
Tampaknya penulisan sejarah yang dilakukan oleh Belanda telah berhasil membuat antara satu suku dan suku lainnya menjadi kurang akur hingga kini.  Tak selamanya kita harus menjadi budak bagi kebohongan sejarah yang telah dilakukan oleh penjajah di masa lalu.

Berpikirlah bukankah kita berpijak di bumi yang sama, menjunjung langit yang sama. Lalu kenapa semua itu harus dipersoalkan oleh sesuatu yang sebenarnya akan menghabiskan energi kita, bulanan lebih baik bila energi itu kita gunakan untuk membangun negeri ini ke arah yang lebih baik? 
Read More
Kalau kau melihat orang bersenang dalam keramaian sesungguhnya hati mereka kesepian, namun kala kau melihat orang yang bersenang dalam kesepian sesungguhnya ia dalam kebahagiaan yang tak dimiliki orang lain.

Dalam hidup ini terkadang ada pilihan yang kita bisa pilih dan ada yang tidak bisa kita pilih. 

Kau bisa saja menyesali pilihan yang telah dilakukan masa lalu, namun kau harus ingat bahwa pilihan yang dibuat oleh yang maha pemilih jauh lebih baik bagimu.

Kau harus menyadari bahwa kau dapat menjadi orang yang tak harus dikenal, lihatlah kala kau dapat membantu orang lain tanpa harus meminta apapun dari yang kau tolong.

Proses pendewasaan jiwa tak dipengaruhi usia mu, kadang kau jumpai orang tua yang tak dewasa. Namun ada pula pemuda yang telah memiliki jiwa yang terisi.

Bergabung lah dengan keramaian agar kau tahu bahwa sesungguhnya ada kesepian dalam jiwa orang lain.

Aku lihat orang yang baik meski ia tak tahu mengapa ia melakukan kebaikan. Berbeda dengan orang yang tahu bahwa itu baik namun ia tak dapat melakukannya.

Tak harus menjadi forijder untuk dapat memberi kan jalan, cukup kau buat kan orang lain mudah untuk melewatinya.

Read More



Berikut Soal UTS Mata Kuliah Enterprise Resource Planning (ERP)
Teknik Industri Universitas Islam Indonesia

Semoga Bermanfaat 

SOAL UTS ERP
Read More
Di malam ini di mana kebanyakan makhluk masih menikmati indahnya dalam bermimpi, aku terbangun terbayang sesosok wajah yang tak asing bagiku. Secepatnya aku bergegas dari pembaringan untuk cepat-cepat mengambil air wudu, aku pun mendirikan salat malam untuk bercanda dengan Allah SWT, tak lupa selesai sholat kupanjatkan doa memohon ampunan bagi kedua orang tuaku, para guruku, teman-temanku dan bagi diriku sendiri.
Aku juga memohon pada Allah agar aku selalu dijaga untuk terus berada di jalan-Nya. Aku juga memohon agar wanita yang ada dalam bayanganku senantiasa mendekat pada jalan Tuhan. Proses pemantasan diri juga terus aku lakukan, ku berharap juga ia melakukan hal yang sama.
Aku juga memohon agar hatinya terbuka menerima kebaikan dari yang Maha Baik. Mungkin belumlah aku mengenalnya lebih dekat sedekat embun yang menetes di dedaunan, aku juga tahu bahwa harus ada jarak yang harus dijaga.
Ku teringat saat pertama kali ia menyapaku, cara ia bertutur padaku semuanya terekam dalam memori ingatanku. Aku memohon pada yang Maha Cinta agar berkenan mempertemukan kita berdua untuk mengukir sebuah cerita yang indah.
Jagalah ia dari segala kejahatan dan juga jagalah ia untuk terus menjaga kesucian cinta yang ia miliki. Amin...


 Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu, agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu. (Al-Ghazali)
Read More
Besarnya potensi lahan yang belum tergarap di Indonesia mencapai 6,7 juta hektare (lampost.co) membuat negara ini sangat dimungkinkan kedepannya akan menjadi salah satu penopang ketersediaan bahan pakan bagi masyarakat dunia. Laporan FAO menyebutkan bahwa diperkirakan sekitar 36 negara mengalami peningkatan harga pangan yang cukup tajam yang berkisar dari 75% sampai 200%.

Namun perlu diperhatikan sebelum Indonesia memenuhi perut masyarakat dunia, Ia harus mampu memenuhi terlebih dahulu kebutuhan perut penduduknya sendiri. Bahkan Guru Besar Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor Dwi Andreas Santosa menyatakan Indonesia bisa terancam krisi pangan pada tahun 2017 jika tidak segera mengambil langkah jitu menghadapi persoalan pangan diatas.

Berdasarkan pemaparan diatas diperoleh beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh pihak yang terkait dalam mengeluarkan kebijakan di bidang pertanian. Produksi beras Indonesia Indonesia yang mencapai 69,27 juta ton pada tahun 2013, sehingga terjadi surplus 5,4 juta ton dari kebutuhan nasional (bps.go.id).  Hal yang cukup menggembirakan bagi kita semua melihat data diatas, namun yang harus menjadi pertanyaan adalah apakah sudah merata distribusi pangan ke seluruh masyarakat Indonesia.

Ada sedikit cerita saat penulis memperhatikan ketika sedang melakukan perjalanan di daerah pertanian di Jawa Barat, disana terhampar luas permadani hijau tanaman padi. Berdasar hal diatas, penulis mencoba untuk menarik kesimpulan dimana terapat dua opsi yang bisa dilakukan untuk memenuhi target produksi. Opsi pertama adalah dengan menggunakan rekayasa teknologi pertanian terbaru dengan penggunaan pupuk buatan yang dapat meningkatkan produksi secara cepat. Sedangkan yang harus diperhatikan adalah dampak jangka panjang akibat penggunaan berbagai pupuk kimiawi yang akan menimbulkan kejenuhan tanah.

Namun terdapat opsi lain dimana dengan memperhatikan local wisdom dimana para petani memiliki kearifan untuk memilih tanaman yang akan ditanam dengan melihat kondisi alam sekitar. Opsi kedua ini tidak selamanya mengejar target produksi namun lebih kepada kualitas produk pertanian yang dihasilkan. Berdasarkan informasi yang diperoleh penulis kualitas nasi zaman dulu mampu bertahan lebih dari satu hari tidak akan basi.

Dari pemaparan diatas sudah selayaknya nusantara lebih memilih menggunakan kearifan lokal yang dimiliki sejak zaman dahulu agar negeri ini memiliki ciri khas yang berbeda dengan negara lain.  
Read More

Malam ini tepat pukul 20:30 Kereta Malabar meninggalkan stasiun tugu Yogyakarta untuk menuju Bandung. Bagiku baru pertama kali ini aku melakukan sebuah perjalanan untuk mencari suasana lain, mencoba sejenak keluar dari rutinitas yang terkadang membosankan, aku pergi bersama dengan seorang temanku yang agak nekat menurutku.
Aku lebih tertarik untuk mengamati pada aspek pelayanan kereta yang semakin hari semakin baik, dengan sistem manajemen yang baik membuat celah bagi penumpang gelap dapat di atasi, melalui mekanisme pembelian tiket dengan menggunakan identitas diri. 
Selain itu layanan kereta yang kebanyakan telah menggunakan ac tentunya akan menambah kenyamanan bagi penumpang. Penumpang kereta juga dipastikan mendapatkan tempat duduk sesuai dengan tiket yang dibeli.
Salut saya terhadap kepemimpinan bapak Ignasius Johan yang berhasil merubah wajah perkeretaapian Indonesia menjadi lebih baik. Tampaknya memang benar bahwa manajemen sangat menentukan sekali kualitas layanan suatu jasa. Tanpa adanya sistem manajemen yang baik mustahil akan tercipta pelayanan yang memuaskan bagi konsumen.
Hal yang sedikit menggelitik bagiku adalah ketika membeli tiket dan dilayani oleh petugas yang merupakan lulusan sama dengan saat aku kuliah. Aku jadi berpikir tentang tidak sinkronnya sistem pendidikan saat ini dengan kebutuhan akan pasar. Ah, entahlah mungkin ini hanya pengamatan dariku saja.
Ceritaku kan disambung bagi para pembaca keesokan harinya ya :) 
Read More
REPOST DARI http://toparmour.blogspot.com/2011/03/usman-dan-harun-pahlawan-dwikora-yang.html


Mungkin tidak semua masyarakat Indonesia mengenal Usman dan Harun. Pahlawan Dwikora dari Korps Komando Operasi (KKO) yang sekarang bernama Korps Marinir TNI-AL, seolah-olah tenggelam diantara nama-nama pahlawan lainnya. Bahkan dalam pelajaran-pelajaran sejarah di bangku sekolah, nama keduanya jarang bahkan hampir tidak tersebutkan sama sekali, padahal jika kita melihat apa yang telah mereka lakukan adalah sebuah kisah heroik yang Tabah sampai akhir.
USMAN alias JANATIN
Nama asli Usman adalah Janatin. Lahir di desa Tawangsari Kelurahan Jatisaba Kabupaten Purbalingga, tanggal 18 Maret 1943 dari keluarga Haji Muhammad Ali dengan Ibu Rukiah.

Tahun 1962 Janatin mengikuti pendidikan militer di Malang yang dilaksanakan oleh Korps Komando Angkatan Laut. Pendidikan ini dilaksanakan guna pengisian personil yang dibutuhkan dalam menghadapi Trikora. Karena itulah Korps Komando Angkatan Laut membuka Sekolah Calon Tamtama (Secatamko) angkatan ke – X.

Pendidikan dasar militer dilakasanakan di Gunung Sahari. Pendidikan Amphibi dilaksanakan di pusat latihan Pasukan Pendarat di Semampir. Pada akhir seluruh pendidikan diadakan latihan puncak di daerah Purboyo Malang selatan dalam bentuk Suroyudo. Semua pendidikan ini telah diikuti oleh Janatin sampai selesai, sehingga ia berhak memakai baret ungu.

Bulan April 1964 di Cisarua Bogor selama satu bulan, Janatin mengikuti pendidikan tambahan untuk : Inteljen, kontra inteljen, sabotase, Demolisi, gerilya, perang hutan dan lain-lain. Dengan bekal dari latihan di Cisarua ini, diharapkan dapat bergerak di daerah lawan untuk mengemban tugas nantinya.


HARUN alias TOHIR
Sama halnya dengan Usman, Harun bukanlah nama aslinya. Harun terlahir dengan nama TOHIR bin SAID tanggal 4 April 1943 di Pulau Keramat Bawean (sebuah pulau kecil di sebelah utara Surabaya). Tohir adalah anak ketiga dari Pak Mandar dengan ibu Aswiyani.

Sejak ia menginjak bangku Sekolah Menengah Pertama untuk biaya hidup dan sekolah ia menjadi pelayan kapal dagang. Hal ini yang menyebabkan Tohir mengenal dan hafal daerah daratan Singapura sebab seringkali ia berhari-hari lamanya tinggal di Pelabuhan Singapura.

Masuk Angkatan Laut bulan Juni 1964, dan ditugaskan dalam Tim Brahma I di Basis II Ops A KOTI. Di sini ia bertemu dengan Usman alias Janatin bin H. Mohammad ALI dan Gani bin Aroep. Ketiga pemuda ini bergaul cukup erat, lebih-lebih setelah mereka sering ditugaskan bersama sama.

Bergabung dalam Dwikora dengan pangkat Prajurit KKO II (Prako II) Tohir mendapat gemblengan selama lima bulan, di daerah Riau daratan dan pada tanggal 1 April 1965 dinaikkan pangkatnya menjadi Kopral KKO I (Kopko I).

Selesai mendapatkan gemblengan di Riau daratan sebagai Sukarelawan Tempur bersama-sama rekan-rekan lainnya, ia dikirim ke Pulau Sambu hingga beberapa lama dalam kesatuan A KOTI Basis X. Tohir sendiri telah ke Singapura beberapa kali, dan sering mendarat ke Singapura menyamar sebagai pelayan dapur, menggunakan kapal dagang yang sering mampir ke Pulau Sambu untuk mengisi bahan bakar.

Wajah Tohir yang mirip-mirip Cina itu ternyata sangat menguntungkan dalam penyamarannya didukung dengan Bahasa Inggris, Cina dan Belanda yang dikuasai dengan lancar sangat membantu dalam kebebasannya untuk bergerak dan bergaul di tengah-tengah masyarakat Singapura yang mayoritas orang Cina


DWIKORA
Konfrontasi Indonesia - Malaysia pada tahun 1963 timbul sebagai akibat dari pernyataan sikap Indonesia yang menentang penyatuan Malaysia. memuncak. Presiden Soekarno mengeluarkan DWIKORA pada tanggal 3 Mei 1964. Kemarahan Soekarno disulut oleh tindakan profokatif dari Federasi Tanah Melayu yang menginginkan (atas ide dan persetujuaan Inggris) menggabungkan Federasi Tanah Melayu, Singapura, Brunei, Serawak dan Sabah (Borneo Utara).

Komando tersebut mendapat sambutan dari lapisan masyarakat, termasuk ABRI. Hal ini terbukti bahwa rakyat Indonesia berbondong-bondong mendaftarkan diri sebagai sukarelawan Dwikora sehingga mencapai jumlah 21 juta sukarelawan. Gelar pasukan sebagai upaya propaganda mulai dilakukan, mengingat persenjataan Indonesia pada waktu itu memang kuat dan termodern.


OPERASI DWIKORA
Baru saja TNI AL selesai melaksanakan tugas-tugas operasi dalam mengembalikan Irian Barat ke wilayah kekuasaan RI, timbul lagi masalah baru yang harus dihadapi oleh seluruh bangsa Indonesia, dengan dikomandokannya Dwikora oleh Presiden Sukarno.
Pasukan Sukarelawan
saat diterima oleh Oey Tjoe Tat
(menteri negara)

Penggunaan tenaga sukarelawan ini membawa dampak yang besar. Dilihat dari segi positifnya memang sangat menguntungkan, karena perang yang akan dihadapi tidak secara frontal, sehingga akan membingungkan pihak lawan. Tetapi dari segi negatif kurang menguntungkan, karena apabila sukarelawan itu tertangkap ia akan diperlakukan sebagai penjahat biasa, jadi bukan sebagai tawanan perang di lindungi oleh UU Perang.

Untuk melindungi Operasi tersebut di atas, KOTI kemudian memutuskan untuk mempergunakan tenaga-tenaga militer lebih banyak guna mendampingi sukarelawan-sukarelawan tersebut, memperkuat kekuatan Sukarelawan Indonesia di daerah musuh.

Untuk mendukung Operasi A. KKO AL mengirimkan 300 orang anggota yang terdiri dari Kopral sampai Perwira. Sebelum melaksanakan Operasi A. mereka diwajibkan mengikuti pendidikan khusus di Cisarua Bogor. Selesai latihan mereka dibagi dalam tim-tim dengan kode Kesatuan Brahma dan ditugaskan di daerah Semenanjung Malaya (Basis II) dan di Kalimantan Utara (Basis IV).

Yang dikerahkan di Semenanjung Malaya terdiri dari tim Brahma I beranggotakan 45 orang, tim Brahma II 50 orang, tim Brahma III 45 orang dan tim Brahma V 22 orang.

Semenanjung Malaya (Basis II) dibagi beberapa Sub. Basis:
  1. Sub Basis X yang berpangkalan di P. Sambu dan Rengat dengan sasaran Singapura.
  2. Sub. Basis Y dengan sasaran Johor bagian barat dan Pangkalan Tanjung Balai.
  3. Sub. Basis T yang berpangkalan di P. Sambu dengan sasaran Negeri Sembilan, Selangor dan Kuala Lumpur.
  4. Sub. Basis Z dengan sasaran Johor bagian timur.

Sedangkan Tugas Basis II:

  1. Mempersiapkan kantong gerilya di daerah lawan.
  2. Melatih gerilyawan dari dalam dan mengembalikan lagi ke daerah masing-masing.
  3. Melaksanakan demolision, sabotase pada obyek militer maupun ekonomis.
  4. Mengadakan propaganda, perang urat syarat
  5. Mengumpulkan informasi.
  6. Melakukan kontra inteljen.
Gelar Pasukan yang dilakukan KKO
sebagai tanggapan atas DWIKORA
Dalam operasi ini Usman melakukan tugas ke wilayah Basis II. A Koti, ia berangkat menuju Pulau Sambu sebagai Sub Basis dengan menggunakan kapal jenis MTB. Kemudian menggabungkan diri dengan Tim Brahma I di bawah pimpinan Kapten Paulus Subekti yang pada waktu itu menyamar dengan pangkat Letkol KKO - AL dan merangkap menjadi Komandan Basis X yang berpangkalan di Pulau Sambu Riau. Ketika Janatin (Usman) menggabungkan dengan kawan-kawannya,, ia berkenalan dengan Tohir (Harun) dan Gani bin Arup, mereka ini merupakan sahabat yang akrab dalam pergaulan. Mereka mendapat tugas yang sama untuk mengadakan sabotase di Singapura.


BERGANTI NAMA
Karena ketatnya penjagaan daerah lawan dan sukar ditembus maka satu-satunya jalan yang ditempuh ialah menyamar sebagai pedagang yang akan memasukkan barang dagangannya ke wilayah Malaysia dan Singapura. Usaha tersebut kelihatan membawa hasil yang memuaskan, karena dengan jalan ini anggota sukarelawan berhasil masuk ke daerah lawan yang kemudian dapat memperoleh petunjuk yang diperlukan untuk melakukan tindakan selanjutnya.

Dari penyamaran sebagai pedagang ini banyak diperoleh data yang penting bagi para Sukarelawan untuk melakukan kegiatan. Dengan taktik demikian para Sukarelawan telah berhasil menyusup beberapa kali ke luar masuk daerah musuh.

Untuk memasuki daerah musuh agar tidak menimbulkan kecurigaan lawan, para sukarelawan menggunakan nama samaran, nama di sini disesuaikan dengan nama-nama dimana daerah lawan yang dimasuki. Demikian Janatin mengganti namanya dengan Usman dan disambungkan dengan nama orang tuanya Haji Muhammad Ali. Sehingga nama samaran ini lengkapnya Usman bin Haji Muhammad Ali. Sedangkan Tohir menggunakan nama samaran Harun, dan lengkapnya Harun bin Said.

Dengan nama samaran ini Usman, Harun dan Gani melakukan penyusupan ke daerah Singapura untuk melakukan penyelidikan dan pengintaian tempat-tempat yang dianggap penting. Sedangkan di front belakang telah siap siaga kekuatan tempur yang setiap saat dapat digerakkan untuk memberikan pukulan terhadap lawan. Kekuatan ini terus bergerak di daerah sepanjang perbatasan untuk mendukung para Sukarelawan yang menyusup ke daerah lawan dan apabila perlu akan memberikan bantuan berupa perlindungan terhadap Sukarelawan yang dikejar oleh musuh di daerah perbatasan.


PENYUSUPAN
Tanggal 8 Maret 1965 tengah malam buta, saat air laut tenang ketiga Sukarelawan ini memasuki Singapura. Mereka mengamati tempat-tempat penting yang akan dijadikan obyek sasaran hingga larut malam. Setelah memberikan laporan singkat, mereka mengadakan pertemuan di tempat rahasia untuk melaporkan hasil pengamatan masing-masing dan kembali ke induk pasukannya, yaitu Pulau Sambu (Basis II).

Pada malam harinya mereka berkumpul kembali untuk merencanakan tugas-tugas yang haru dilaksanakan, disesuaikan dengan hasil penyelidikan mereka masing-masing. Setelah memberikan laporan singkat, mereka mengadakan perundingan tentang langkah yang akan ditempuh.

Karena belum adanya rasa kepuasan tentang penelitian singkat yang mereka lakukan, ketiga Sukarelawan di bawah Pimpinan Usman, bersepakat untuk kembali lagi ke daerah sasaran untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam. Mereka akhirnya memutuskan untuk melakukan peledakan Hotel Mac Donald, yang terletak di Orchad Road yang merupakan pusat keramaian di kota Singapura.

Siang harinya di tengah-tengah kesibukan dan keramaian kota Singapura ketiga sukarelawan bergerak menuju ke sasaran yang ditentukan, tetapi karena pada saat itu suasana belum mengijinkan akhirnya mereka menunggu waktu yang paling tepat untuk menjalankan tugas. Setelah berangsur angsur sepi, mulailah mereka menyusup untuk memasang bahan peledak seberat 12,5 kg.

Tempat Bom di pasang
Kira-kira pukul 03.07 dini hari 10 Maret 1965, terjadilah ledakan dahsyat yang berasal dari bagian bawah Hotel Mac Donald. Beberapa penghuni hotel dan toko ada yang tertimbun oleh reruntuhan sehingga mengalami luka berat dan ringan.

20 buah toko di sekitar hotel itu mengalami kerusakan berat, 24 buah kendaraan sedan hancur, 3 orang meninggal, 35 orang mengalami luka-luka berat dan ringan. Saat terjadi ledakan, orang-orang berhamburan ke luar hotel, dan di antara orang-orang yang berdesakan ingin keluar dari hotel tersebut adalah Usman.

Pada hari itu juga mereka berkumpul kembali untuk kembali ke pangkalan. Situasi menjadi sulit, seluruh aparat keamanan Singapura dikerahkan untuk mencari pelaku yang meledakkan Hotel Mac Donald. Melihat situasi demikian sulitnya, lagi pula penjagaan sangat ketat, tidak ada celah untuk bisa ditembus.
sesaat setelah Pegeboman
Kerusakan Akibat ledakan bom
korban ledakan
Sulit bagi Usman, Harun dan Gani keluar dari wilayah Singapura. Akhirnya mereka sepakat untuk menerobos penjagaan dengan menempuh jalan masing masing, Usman bersama Harun, sedangkan Gani bergerak sendiri.

Tanggal 11 Maret 1965 Usman dan anggotanya bertemu kembali. Sebelum berpisah Usman menyampaikan pesan kepada anggotanya, barang siapa yang lebih dahulu sampai ke induk pasukan, supaya melaporkan hasil tugas telah dilakukan kepada atasan.


GAGAL KEMBALI KE PANGKALAN
Usman yang bertindak sebagai pimpinan belum faham betul dengan daerah Singapura, walaupun ia sering memasuki daerah ini. Karena itu Usman meminta kepada Harun supaya mereka bersama-sama mencari jalan keluar ke pangkalan. Untuk menghindari kecurigaan, mereka berjalan saling berjauhan, seolah-olah kelihatan yang satu dengan yang lain tidak ada hubungan sama sekali.

Dengan berbagai usaha akhirnya mereka berdua dapat memasuki pelabuhan Singapura dan menaiki kapal dagang Begama yang pada waktu itu akan berlayar menuju Bangkok. Keduanya menyamar sebagai pelayan dapur.

12 Maret 1965 Kapten kapal Begama mengetahui ada dua orang yang bukan anak buahnya berada dalam kapal, lalu mengusir mereka dari kapal. mereka diacam akan dilaporkan kepada Polisi apabila tidak mau pergi dari kapal. Kapten Kapal tidak mau mengambil resiko kapalnya ditahan oleh pemerintah Singapura.

Tanggal 13 Maret 1965 Usman dan Harun meninggalkan kapal Begama dan berusaha mencari sebuah kapal agar mereka dapat bersembunyi dan keluar dari daerah Singapura. Ketika mereka sedang mencari-cari kapal, tiba-tiba tampaklah sebuah motorboat yang dikemudikan oleh seorang Cina. Mereka merebut motorboat dari pengemudinya dan dengan cekatan mereka mengambil alih kemudi, kemudian haluan diarahkan menuju ke Pulau Sambu. Namun, sebelum mereka sampai ke perbatasan peraian Singapura, motorboat yang mereka gunakan macet di tengah laut. Mereka tidak dapat lagi menghindari diri dari patroli musuh. Pukul 09.00 pagi di hari itu, Usman dan Harun tertangkap dan di bawa ke Singapura sebagai tawanan.


DIADILI
Usman dan Harun selama kurang lebih 8 bulan telah meringkuk di dalam penjara Singapura sebagai tawanan. Pada tanggal 4 Oktober 1965 Usman dan Harun di hadapkan ke depan sidang Pengadilan Mahkamah Tinggi (High Court) Singapura dengan J. Chua sebagai Hakim. Usman dan Harun dihadapkan ke Sidang Pengadilan Tinggi (High Court) Singapura dengan tuduhan:
  1. Menurut ketentuan International Security Act Usman dan Harun telah melanggar Control Area.
  2. Telah melakukan pembunuhan terhadap tiga orang.
  3. Telah menempatkan alat peledak dan menyalakannya.
Dalam proses pengadilan ini, Usman dan Harun tidak dilakukan pemeriksaan pendahuluan, sesuai dengan Emergency Crimina Trials Regulation tahun 1964. Dalam Sidang Pengadilan Tinggi (Hight Court) Usman dan Harun telah menolak semua tuduhan itu dan mereka memberi pernyataan bahwa apa yang mereka lakukan bukan kehendak sendiri, karena dalam keadaan perang. Oleh karena itu mereka meminta kepada sidang supaya mereka dilakukan sebagai tawanan perang/POW (Prisoner of War). Namun Hakim menolak permintaan mereka dengan alasan sewaktu kedua tertuduh tertangkap tidak memakai pakaian militer.

Persidangan berjalan kurang lebih dua minggu, pada tanggi 20 Oktober 1965 Sidang Pengadilan Tinggi (Hight Court) yan dipimpin oleh Hakim J. Chua memutuskan bahwa Usman da Harun telah melakukan sabotase dan mengakibatkan meninggalnya tiga orang sipil. Dengan dalih ini, kedua tertuduh dijatuhi hukuman mati.

Pada tanggal 6 Juni 1966 Usman dan Harun mengajukan naik banding ke Federal Court of Malaysia dengan Hakim yang mengadilinya: Chong Yiu, Tan Ah Tah dan J.J. Amrose. Pada tanggal 5 Oktober 1966 Federal Court of Malaysia menolak perkara naik banding Usman dan Harun. Kemudian pada tanggal 17 Februari 1967 perkara tersebut diajukan lagi ke Privy Council di London.


UPAYA DIPLOMATIS
Dalam kasus ini Pemerintah Indonesia menyediakan empat Sarjana Hukum sebagai pembela yaitu Mr. Barga dari Singapura, Noel Benyamin dari Malayasia, Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja SH dari Indonesia, dan Letkol (L) Gani Djemat SH Atase ALRI di Singapura. Usaha itu gagal. Surat penolakan datang pada tanggal 21 Mei 1968.

Usaha terakhir adalah mengajukan permohonan grasi dari Presiden Singapura Yusuf bin Ishak pada tanggal 1 Juni 1968. Bersamaan dengan itu usaha penyelamatan kedua prajurit oleh Pemerintah Indonesia makin ditingkatkan. Kedutaan RI di Singapura diperintahkan untuk mempergunakan segala upaya yang mungkin dapat dijalankan guna memperoleh pengampunan. Setidak-tidaknya memperingan kedua sukarelawan Indonesia tersebut.

Pada tanggal 4 Mei 1968 Menteri Luar Negeri Adam Malik berusaha melalui Menteri Luar Negeri Singapura membantu usaha yang dilakukan KBRI. Ternyata usaha inipun mengalami kegagalan. Pada tanggal 9 Oktober 1968 Menlu Singapura menyatakan bahwa permohonan grasi atas hukuman mati Usman dan Harun ditolak oleh Presiden Singapura.

15 Oktober 1968 Presiden Suharto mengirim utusan pribadi, Brigjen TNI Tjokropanolo ke Singapura untuk menyelamatkan kedua patriot Indonesia. Pada saat itu PM Malaysia Tengku Abdulrahman juga meminta kepada Pemerintah Singapura agar mengabulkan permintaan Pemerintah Indonesia. Namun Pemerintah Singapura tetap pada pendiriannya tidak mengabulkannya. Bahkan demi untuk menjaga prinsip-prinsip tertib hukum, Singapura tetap akan melaksanakan hukuman mati terhadap dua orang KKO Usman dan Harun, yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 Ok tober 1968 pukul 06.00 pagi waktu Singapura.

Permintan terakhir Presiden Suharto agar pelaksanaan hukuman terhadap kedua mereka ini dapat ditunda satu minggu untuk mempertemukan kedua terhukum dengan orang tuanya dan sanak farmilinya juga ditolak oleh Pemerintah Singapura tetap pada keputusannya, melaksanakan hukuman gantung terhadap Usman dan Harun.

Waktu berjalan terus dan sampailah pada pelaksanaan hukuman, dimana Pemerintah Singapura telah memutuskan dan menentukan bahwa pelaksanaan hukuman gantung terhadap Usman dan Harun tanggal 17 Oktober 1968, tepat pukul 06.00 pagi. Para pemimpin Indonesia terus berusaha untuk menyelesaikan masalah ini, sebab merupakan masalah nasional yang menyangkut perlindungan dan pem belaan warga negaranya.

Rabu sore tanggal 16 Oktober 1968, Brigjen TIN Tjokropranolo sebagai utusan pribadi Presiden Suharto datang ke penjara Changi. Dengan diantar Kuasa Usaha Republik Indonesia di Singapura Kolonel A. Ramli dan didampingi Atase Angkatan Laut Letkol (G) Gani Djemat SH, menemui Usman dan Harun pada pukul 16.00.

Sebuah pertemuan yang mengharukan tetapi membanggakan. Usman dan Harun segera mengambil sikap sempurna dan memberikan hormat serta memberikan laporan lengkap, ketika Letkol Gani Djemat SH memperkenalkan Brigjen Tjokropranolo sebagai utusan Presiden Suharto. Sikap yang demikian membuat Brigjen Tjokropranolo hampir tak dapat menguasai diri dan terasa berat untuk menyampaikan pesan. Pertemuan ini membawa suasana haru, sebagai pertemuan Bapak dan Anak yang mengantarkan perpisahan yang tak akan bertemu lagi untuk selamanya.

Pesan yang disampaikan adalah bahwa Presiden Suharto telah menyatakan mereka sebagai Pahlawan dan akan dihormati oleh seluruh rakyat Indonesia, kemudian menyampaikan salut atas jasa mereka berdua terhadap Negara.

Kolonel A. Rambli dalam kesempatan itu pula menyampaikan, bahwa Presiden Suharto mengabulkan permintaan mereka untuk dimakamkan berdampingan di Indonesia.

Sebelum berpisah Usman dan Harun dengan sikap sempurna menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden RI Jenderal Suharto atas usahanya, kepada Jenderal Panggabean, kepada mahasiswa dan pelajar, Sarjana Hukum serta seluruh Rakyat Indonesia yang telah melakukan upaya untuk membebaskan mereka dari hukuman mati. Saat pertemuan berakhir, Sersan KKO Usman memberikan aba-aba, dan keduanya memberi hormat kepada para utusan. Sikap kukuh dan tabah dari Usman dan Harun tercermin dalam surat-surat yang mereka tulis pada tanggal 16 Oktober 1968.


HUKUMAN GANTUNG
Pukul 05.00 subuh kedua tawanan itu dibangunkan oleh petugas penjara, kemudian disuruh sembahyang menurut agamanya masing-masing. Setelah melakukan sembahyang Usman dan Harun dengan tangan diborgol dibawa oleh petugas ke kamar kesehatan untuk dibius. Dalam keadaan terbius dan tidak sadar masing-masing urat nadinya dipotong oleh dokter tersebut, sehingga mereka berdua lumpuh sama sekali. Lalu Usman dan Harun dibawa menuju ke tiang gantungan. Tepat pukul 06.00 pagi hari Kamis tanggal 17 Oktober 1968 eksekusi terhadap Usman dan harun dilakukan.

Pejabat penjara Changi menyampaikan berita kepada para wartawan yang mengikuti peristiwa ini, bahwa hukuman telah dilaksanakan. Berita eksekusi tersebar ke seluruh penjuru dunia


PENGHORMATAN UNTUK USMAN DAN HARUN
Bendera merah putih telah dikibarkan setengah tiang sebagai tanda berkabung. Warga Indonesia yang berada di Singapura berbondong-bondong datang membanjiri Kantor Perwakilan Indonesia dengan membawa karangan bunga sebagai tanda kehormatan terakhir terhadap kedua prajuritnya.

Pemerintah Indonesia mengirim Dr. Ghafur dengan empat pegawai Kedutaan Besar RI ke penjara Changi untuk menerima kedua jenazah untuk disemayamkan di Gedung Kedutaan Besar RI. Akan tetapi kedua jenazah belum boleh dikeluarkan dari penjara sebelum dimasukkan ke dalam peti dan menunggu perintah selanjutnya dari Pemerintah Singapura.

Setelah jenazah di masukkan ke dalam peti, Pemerintah Singapura tidak mengizinkan Bendera Merah Putih yang dikirimkan Pemerintah Indonesia untuk di selubungkan pada peti jenazah kedua Pahlawan tersebut pada saat masih di dalam penjara. Pukul 10.30 kedua jenzah baru diizinkan dibawa ke Kedutaan Besar RI

Setelah mendapatkan penghormatan terakhir dari masyarakat Indonesia di KBRI, pukul 14.00 jenazah diberangkatkan ke lapangan terbang dimana telah menunggu pesawat TNI—AU. yang akan membawa kedua jenazah tersebut ke Tanah Air.

Pada hari itu Presiden Suharto sedang berada di Pontianak meninjau daerah Kalimantan Barat yang masih mendapat gangguan dari gerombolan PGRS dan Paraku. Saat mendengar kabar bahwa Pemerintah Singapura telah melaksanakan hukuman gantung terhadap Usman dan Harun, maka Presiden Suharto langsung mengeluarkan pernyataan bahwa Usman dan Harun dari KKO-AL diangkat sebagai Pahlawan Nasional.

17 Oktober 1968 Pukul 14.35 pesawat TNI—AU yang khusus dikirim dari Jakarta meninggalkan lapangan terbang Changi membawa kedua jenazah yang telah diselimuti oleh dua buah bendera Merah Putih yang dibawa dari Jakarta. Setibanya di Kemayoran, kedua jenazah Pahlawan itu diterima oleh Panglima Angkatan Laut Laksamana TNI R. Muljadi dan disemayamkan di Aula Hankam Jalan Merdeka Barat sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.
Upacara Penyambutan Jenazah Usman dan Harun
Sepanjang jalan antara Kemayoran, Merdeka Barat penuh berjejal manusia yang ingin melihat kedatangan kedua Pahlawannya, Pahlawan yang membela kejayaan Negara, Bangsa dan Tanah Air.

Malam harinya, penghormatan terakhir diberikan oleh pejabat-pejabat Pemerintah, baik militer maupun sipil. Jenderal TNI Nasution melakukan sembahyang dan beliau menunggui jenazah Usman dan Harun sampai larut malam.

Tepat pukul 13.00 siang, sesudah sembahyang Jum'at, kedua jenazah diberangkatkan dari Aula Hankam menuju ke tempat peristirahatan yang terakhir. Jalan yang dilalui iringan ini dimulai Jalan Merdeka Barat, Jalan M.H. Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Gatot Subroto, Jalan Pasar Minggu dan akhirnya sampai Kalibata.

Turut mengiringi dan mengantar kedua jenazah selain keluarga Usman dan Harun, adalah para Menteri Kabinet Pembangunan, Laksamana R. Muljadi, Letjen Kartakusumah, Para Perwira Tinggi ABRI, Korps Diplomatik, Ormas dan Orpol, dan tidak ketinggalan para pemuda dan pelajar serta masyarakat.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Letjen Sarbini. Atas nama Pemerintah Letjen Sarbini menyerahkan kedua jasad Pahlawan ini kepada Ibu Pertiwi dan dengan diiringi doa semoga arwahnya dapat diberikan tempat yang layak sesuai dengan amal bhaktinya. Dengan didahului tembakan salvo oleh pasukan khusus dari keempat angkatan, peti jenazah diturunkan dengan perlahan-lahan ke liang lahat.

Pemerintah telah menaikkan pangkat mereka satu tingkat lebih tinggi yaitu Usman alias Janatin bin Haji Muhammad Ali menjadi Sersan Anumerta KKO dan Harun alias Tohir bin Mandar menjadi Kopral Anumerta KKO. Sebagai penghargaan Pemerintah menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Sakti dan diangkat sebagai Pahlawan Nasional.


SURAT TERAKHIR USMAN



Dihaturkan :
Bunda ni Haji Mochamad Ali
Tawangsari.


Dengan ini anaknda kabarkan bahwa hingga sepeninggal surat ini tetap mendo'akan Bunda, Mas Choenem, Mas Matori, Mas Chalim, Ju Rochajah, Ju Rodiijah + Tur dan keluarga semua para sepuh Lamongan dan Purbalingga Laren Bumiayu.


Berhubung rayuan memohon ampun kepada Pemerintah Republik Singapura tidak dapat dikabulkan maka perlu ananda menghaturkan berita duka kepangkuan Bunda dan keluarga semua di sini bahwa pelaksanaan hukuman mati ke atas ananda telah diputuskan pada 17 Oktober 1968 Hari Kamis Radjab 1388.


Sebab itu sangat besar harapan anaknda dalam menghaturkan sudjud di hadapan bunda, Mas Choenem, Mas Madun, Mas Chalim, Jur Rochajah, Ju Khodijaht Turijah para sepuh lainnya dari Purbolingga Laren Bumiayu Tawangsari dan Jatisaba sudi kiranya mengickhlaskan mohon ampun dan maaf atas semua kesalahan yang anaknda sengaja maupun yang tidak anaknda sengaja.


Anaknda di sana tetap memohonkan keampunan dosa kesalahan Bunda saudara semua di sana dan mengihtiarkan sepenuh-penuhnya pengampunan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.


Anaknda harap dengan tersiarnya kabar yang menyedihkan ini tidak akan menyebabkan akibat yang tidak menyenangkan bahkan sebaliknya ikhlas dan bersukurlah sebanyak-banyaknya rasa karunia Tuhan yang telah menentukan nasib anaknda sedemikian mustinya.


Sekali lagi anaknda mohon ampun dan maaf atas kesalahan dan dosa anaknda kepangkuan Bunda Mas Choenem, Mas Matori, Mas Chalim, Ju Rochajah, Ju Pualidi , Rodijah, Turiah dan keluarga Tawangsari Lamongan Jatisaba Purbolingga Laren Bumiayu.


Anaknda,
Ttd.
(Osman bin Hadji Ali)


SURAT TERAKHIR HARUN


Dihaturkan

Yang Mulia Ibundaku
Aswiani Binti Bang.
yang diingati siang dan malam.




Dengan segala hormat.


Ibundaku yang dikasihi, surat ini berupa surat terakhir dari ananda Tohir. Ibunda sewaktu ananda menulis suat ini hanya tinggal beberapa waktu saja ananda dapat melihat dunia yang fana ini, pada tanggal 14 Oktober 196 rayuan ampun perkara ananda kepada Presiden Singapura telah ditolak jadi mulai dari hari ini Ananda hanya tinggal menunggu hukuman yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 Oktober 1968. 


Hukuman yang akan diterima oleh ananda adalah hukuman digantung sampai mati, di sini ananda harap kepada Ibunda supaya bersabar karena setiap kematian manusia yang menentukan ialah Tuhan Yang Maha Kuasa dan setiap manusia yang ada di dalam dunia ini tetap akan kembali kepada Illahi.


Mohon Ibunda ampunilah segala dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan ananda selama ini sudilah Ibundaku menerima ampun dan salam sembah sujud dari ananda yang terakhir ini, tolong sampaikan salam kasih mesra ananda kepada seisi kaum keluarga ananda tutup surat ini dengan ucapan terima kasih dan Selamat Tinggal untuk selama-lamanya, 


amin.


Hormat ananda, 


Ttd. 
Harun Said Tohir Mahadar
Jangan dibalas lagi
Read More
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home