Today, it is a first day I am at the camp. I am stay in the camp for a few month. And start in this day and tomorrow, everyday I will write one article, very hard I think, but I must try to keep me my self underpressure. In this first day, learn about how to introduce your self clearly. The purpose of this lesson to make you can easy handle audince in the first meeting. The most problems for me to remember short dialogue preciesly. I still remember what Prof. Yudian said "A great man is a people can passed his weakness".

Oh, ya, I want to tell something. First week is a first challange for new comers, whether we can facing this problem or not. The tagline in my camp is very determinated going abroad or go home. We did'nt have another choiches, do the bast, following the rule and take a chance in everytime.

I am also write without consider a grammer, I just write what in my mind, still try to learn and make my finger fluent write english article. Corrected article will be publish at medium.com/@ulilalbab.
Read More
Teringat sebuah kata-kata yang menginspirasi bagiku “bangkitnya seseorang tergantung dari bangkitnya pemikiran orang itu sendiri”. Menjadi hal yang patut digaris bawahi jika pemikiran menjadi dasar bagi seseorang untuk meningkatkan kapasitas pendorong berubahnya seseorang. Disinilah letak pentingnya sebuah pendidikan, tanpa adanya pendidikan yang berkelanjutan dan memiliki visi ke depan, mustahil kebangkitan dan perubahan itu dapat dicapai.

Lalu yang menjadi pertanyaan adalah pendidikan seperti apa yang diharapkan mampu membawa suatu kebangkitan? Sebelum menjawab pertanyaan itu, perlu diposisikan ulang apakah pendidikan dipandang sebagai suatu alat untuk memperoleh materi atau pendidikan merupakan sebuah upaya yang digunakan untuk merubah cara pandang.

Sebagai gambaran lainnya, dalam proses pembelajaran, kita dihadapkan dengan berbagai pilihan berupa ilmu dengan ragam rupanya. Kebebasan untuk memilih dan mempelajari ilmu apa yang menarik sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Namun demikian terkadang saat ini, kala pembelajar lebih dinilai oleh orang lain dari sebuah kertas yang mungkin saja bisa bernilai. Namun demikian, jangan sampai ada upaya untuk mendekontruksi ilmu itu sendiri. Dimana jika seseorang tidak memiliki selembar pengakuan, dan ia mengeluarkan pendapat yang lebih sesuai dengan ilmu yang dipelajari, suaranya tak didengar.

Perlu kebijaksanaan dalam menilai pembelajar, tak perlu memperhatikan embel-embel yang ada dibelakangnya. Cukup jika ia berkata dengan benar apa yang ia pelajari, terimalah. Justru menjadi sebuah kritik kala pendidikan digunakan sebagai alat untuk memperoleh materi. Dimana orang yang memiliki kemampuan materi berlebih, ia memperoleh hak yang lebih atas orang lain. Aku lebih senang seandainya ilmu itu bisa dipelajari oleh siapapun, seandainya orang tersebut mampu, maka akuilah dan berikan penghargaan kepadanya. Jangan membatasi pengetahuan hanya dimiliki segelintir orang saja.

Seorang pembelajar dapat dikatakan berhasil jika ia tak pernah merasa puas untuk mencari berbagai hal yang belum ia ketahui. Pembelajar lebih menekankan pada bagaimana ia mampu menyatu dan melebur dengan ilmu yang ia miliki. Model pendidikan seperti ini akan melahirkan orang-orang yang berpendirian teguh dan memiliki prinsip yang kuat. Max Havelar pernah berkata “Tugas seorang manusia adalah menjadi manusia itu sendiri”. Dan tugas seorang pembelajar adalah terus-menerus mencari apa yang ia tak ketahui. (oyn)
Read More
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home