Suatu ungkapan yang membuat
penulis tersenyum sendiri ketika menanyakan asal seseorang yang berasal dari
daerah Jawa Barat, mengatakan bahwa ia bukan berasal dari Jawa, lalu penulis
berinisiatif bertanya apa benar jawa barat itu bukan jawa?
Penulis akan mencoba bercerita
mengenai keramahan yang ditunjukkan gadis sunda atau lebih sering dipanggil
mojang priangan
Penulis mencari-cari alasan dari
mitos yang meski tak berdasar namun masih tertacap kuat dibenak sebagian
penduduk yang keturunan asli sunda danjawa. Bahwa orang Jawa tidak
diperkenankan untuk memperoleh orang sunda.
Mitos bahwa hubungan rumah tangga
yang tidak akan harmonis ketika melangar aturan yang dibuat ini.
Berdasarkan data yang penulis
peroleh bahwa telah terjadi perang antara kerajaan Mataram (Jawa) dan Sunda
Galuh yang mengakibatkan peperangan ini terus berlangsung berkepanjangan.
Dari sini penulis lebih memilih
untuk melihat persoalan yang ada secara objektif,
Jika hanya didasarkan pada adat
saja maka sebenarnya ada nilai yang dapat dipegang lebih kuat yakni ajaran
agama.
Bukankan kita diperintahkan untuk
memilih seorang pasangan dikarenakan agamanya bukan suku, bangsa, ras atau
warna kulit atau golongan lainnya.
Tampaknya penulisan sejarah yang
dilakukan oleh Belanda telah berhasil membuat antara satu suku dan suku lainnya
menjadi kurang akur hingga kini. Tak
selamanya kita harus menjadi budak bagi kebohongan sejarah yang telah dilakukan
oleh penjajah di masa lalu.
Berpikirlah bukankah kita
berpijak di bumi yang sama, menjunjung langit yang sama. Lalu kenapa semua itu
harus dipersoalkan oleh sesuatu yang sebenarnya akan menghabiskan energi kita, bulanan
lebih baik bila energi itu kita gunakan untuk membangun negeri ini ke arah yang
lebih baik?
0 comments
Post a Comment