“Perkenalkan sebelumnya mamang namanya”
Seorang Konspirator, provokator dan
juga konseptor. Dari mamang ku belajar akan arti liniearitas perjuangan. Tak
purlu kau terlihat diantara keramaian orang lain, karena sesungguhnya dibalik
itu semua eksistensimu ada.
“Yakin mau revolusi??? cetak terus
motivator”. Begitulah ungkapan yang bisa ku tangkap dari mamang, bagaimana
tidak seharusnya dipersiapkan sekelompok pasukan revolter, eh malah dibuatkan
training jadi apa sukses, cara jitu. Yah kalo kayak gitu semua jangan ajak
revolusi deh, mending tarik selimut, sikat gigi terus tidur deh. Komposisi yang
diperlukan seharusnya 5:5:90 dimana 90% itu pasukan bukan motivator yang
dibanyakin.
Untuk urusan konspirasi jangan
ditanya deh, mamang berhasil membuat sebuah kelompok yang diberi nama
#koloniutara , koloni yang berasal bener-bener dari utara, di pinggir lereng
merapi, #koloniutara siap mengeluarkan laharnya agar udara yang tadinya adem
ayem siap jadi lebih panas.
#JalanSunyi
Melalui cara dengan menempuh #jalansunyi mamang
membangun sebuah konspirasinya. Cara ini terbukti lebih ampuh dan tak
menimbulkan buble opinion yang muluk-muluk. Cukup gerak cepat, tepat dan
diramu dengan ramuan dari mamang semuanya sudah bisa berjalan dengan lancar
jaya.
Mamang juga selain punya seeksa
ide, punya cara-cara strategis untuk mewujudkan idenya. Mungkin kalo bisa
diungkapkan dalam falsafah jawa terkandung dalam ungkapan marai tanpo nggurui. Semua dilakukan secara alamiah. Hanya
orang-orang yang punya linearitas
sikap yang bisa memahaminya, selebihnya mungkin hanya menjadi followers setia.
Semua itu masih perlu aku pelajari secara perlahan-lahan. Satu hal lagi yang
mamang belum menelurkan ilmu nya yakni ilmu untuk membuat kerasnya hati menjadi
luluh layaknya lumeran coklat, apa aku perlu menyediakan syarat-syarat tertentu
agar aku diajari ilmu pamungkas yang terakhir ini, Ku kan bertanya langsung
pada mamang bam’s.
0 comments
Post a Comment