Redefinisi Kebahagiaan

No Comments
Pandangan akan kebahagiaan dewasa ini lebih di pahami sebagai seberapa banyak materi yang diperoleh seseorang. Derajat manusia ditentukan dari nilai materi yang melekat di dirinya. Hal inilah yang menjadikan orang berlomba-lomba untuk mengejar materi. Tidak salah memang, namun demikian jika ditinjau dari sisi kodrat manusia, sudah selayaknya materilah yang akan mengejar manusia itu sendiri.
Pandangan nilai juga pada akhirnya akan semakin kabur, dimana budaya dan keluhuran nilai-nilai yang ada terkikis dengan adanya nilai materi ini. Orang akan lebih menghargai orang yang kaya dibandingkan dengan yang berilmu. Kemudian orang akan berusaha untuk berkuasa yang pada akhirnya juga ingin untuk menjadi kaya. Adapun selanjutnya orang saat ini mengejar ilmu untuk menjadikan ia kaya atau memiliki kelebihan materi. Hal yang terakhir yang lebih celaka lagi bila orang alim atau para pemuka agama berlomba-lomba untuk mengejar materi.
Pandangan kebahagiaan sendiri perlu di definisikan ulang agar sesuai dengan rel yang seharusnya. Kebahagiaan merupakan bagaimana seseorang dapat menerima apa yang telah dimiliki dan merasa apa yang dimiliki sesuai apa yang dibutuhkan. Dalam terminologi jawa lebih dikenal “nerimo ing pandum”.

Konsep diatas yang telah dipahami masyarakat Jawa khususnya sudah selakyaknya menjadi acuan untuk menghadapi tantangan zaman yang dinamis. (Mantren 27-12-15)
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments

Post a Comment