Teringat sebuah kata-kata yang menginspirasi bagiku “bangkitnya
seseorang tergantung dari bangkitnya pemikiran orang itu sendiri”. Menjadi hal
yang patut digaris bawahi jika pemikiran menjadi dasar bagi seseorang untuk
meningkatkan kapasitas pendorong berubahnya seseorang. Disinilah letak
pentingnya sebuah pendidikan, tanpa adanya pendidikan yang berkelanjutan dan memiliki
visi ke depan, mustahil kebangkitan dan perubahan itu dapat dicapai.
Lalu yang menjadi pertanyaan adalah pendidikan seperti apa
yang diharapkan mampu membawa suatu kebangkitan? Sebelum menjawab pertanyaan
itu, perlu diposisikan ulang apakah pendidikan dipandang sebagai suatu alat untuk
memperoleh materi atau pendidikan merupakan sebuah upaya yang digunakan untuk
merubah cara pandang.
Sebagai gambaran lainnya, dalam proses pembelajaran, kita
dihadapkan dengan berbagai pilihan berupa ilmu dengan ragam rupanya. Kebebasan untuk
memilih dan mempelajari ilmu apa yang menarik sesuai dengan apa yang
dibutuhkan. Namun demikian terkadang saat ini, kala pembelajar lebih dinilai
oleh orang lain dari sebuah kertas yang mungkin saja bisa bernilai. Namun
demikian, jangan sampai ada upaya untuk mendekontruksi ilmu itu sendiri. Dimana
jika seseorang tidak memiliki selembar pengakuan, dan ia mengeluarkan pendapat
yang lebih sesuai dengan ilmu yang dipelajari, suaranya tak didengar.
Perlu kebijaksanaan dalam menilai pembelajar, tak perlu memperhatikan embel-embel yang ada dibelakangnya. Cukup jika ia berkata dengan benar apa yang ia pelajari, terimalah. Justru menjadi sebuah kritik kala pendidikan digunakan sebagai alat untuk memperoleh materi. Dimana orang yang memiliki kemampuan materi berlebih, ia memperoleh hak yang lebih atas orang lain. Aku lebih senang seandainya ilmu itu bisa dipelajari oleh siapapun, seandainya orang tersebut mampu, maka akuilah dan berikan penghargaan kepadanya. Jangan membatasi pengetahuan hanya dimiliki segelintir orang saja.
Seorang pembelajar dapat dikatakan berhasil jika ia tak
pernah merasa puas untuk mencari berbagai hal yang belum ia ketahui. Pembelajar
lebih menekankan pada bagaimana ia mampu menyatu dan melebur dengan ilmu yang
ia miliki. Model pendidikan seperti ini akan melahirkan orang-orang yang
berpendirian teguh dan memiliki prinsip yang kuat. Max Havelar pernah berkata “Tugas
seorang manusia adalah menjadi manusia itu sendiri”. Dan tugas seorang
pembelajar adalah terus-menerus mencari apa yang ia tak ketahui. (oyḕn)
0 comments
Post a Comment